Wabah Campak
Wamenkes: Semua Dokter Internship di Seluruh Indonesia Dapat Vaksinasi Campak
Semua dokter internship di seluruh Indonesia mendapatkan vaksinasi campak. Ini bagian dari kebijakan Kemenkes menurunkan angka campak.
Ringkasan Berita:
- Semua dokter internship di seluruh Indonesia mendapatkan vaksinasi campak.
- Ini bagian dari kebijakan Kementerian Kesehatan memperluas pemberian imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut, semua dokter internship di seluruh Indonesia mendapatkan vaksinasi campak.
Kementerian Kesehatan memperluas pemberian imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan termasuk dokter internship untuk melindungi terhadap penularan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca juga: Cegah Penularan Campak di Rumah Sakit, 290 Ribu Tenaga Kesehatan Jadi Target Imunisasi MR
“Tidak hanya nakes yang officially (resmi) tapi juga internship (magang). Mahasiswa kedokteran yang bekerja di puskesmas juga akan kita vaksinasi campak karena mereka mungkin akan ketemu dengan kasus-kasus campak saat mereka bekerja,” kata Dante saat ditemui di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya vaksin campak hanya diperuntukkan bagi anak-anak pada usia 9 bulan dan 18 bulan.
Namun, hasil studi terbaru menunjukkan vaksin tersebut juga aman dan efektif untuk kelompok usia dewasa.
“Sudah ada regulasi dari BPOM, dulu vaksin campak ini hanya untuk anak-anak usia 9 bulan dan 18 bulan. Tapi ternyata ada studinya bahwa dalam evaluasi yang dilakukan penyedia, vaksin tersebut bisa untuk orang dewasa,” ujar dia.
Sararan Vaksin Campak Dewasa
Lebih lanjut, imunisasi ini menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi, serta 28.321 dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia.
“Nah setelah keluar rekomendasi dari BPOM, (vaksin campak) akan kita berikan kepada para nakes termasuk dokter internship di seluruh Indonesia,” ungkap dia.
Merujuk data surveilans Kemenkes, tren kasus penyakit campak nasional menunjukkan penurunan signifikan. Pada minggu ke-1 tahun 2026, tercatat puncak sebanyak 2.220 kasus, kemudian menurun menjadi 195 kasus pada minggu ke-13. Meski tren menurun, kewaspadaan tetap diperlukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/VAKSIN-CAMPAK-DR.jpg)