Rabu, 3 Juni 2026

Ibu Hamil dan Lansia Tak Boleh Sembarangan Vaksin, Apa Saja Jenis yang Aman dan Dilarang?

Ada beberapa vaksin yang dianjurkan dan ada pula vaksin yang tidak boleh diberikan kepada lansia maupun ibu hamil.

Tayang:
Tribunnews.com/M Alivio Mubarak Junior
VAKSIN LANSIA DAN IBU HAMIL - Penjelasan dr. Visakha Revena Irawan, Sp.PD, AIFO-K dari Mandaya Royal Hospital Puri menyoroti beberapa jenis vaksin yang perlu didapatkan oleh lansia dan ibu hamil demi mencegah komplikasi berat hingga kematian. 

"Herpes Zoster itu enggak sesimpel cacar air, karena dia agak lebih nyebelin pasca kejadiannya. Lukanya sudah kering tapi masih rasa nyeri, tetap rasa terbakar," jelasnya.

Panduan Vaksinasi Ibu Hamil

Tidak hanya lansia, ibu hamil juga memerlukan perhatian medis yang sangat spesifik.

Menurut dr. Visakha, vaksinasi pada ibu hamil terbagi menjadi dua kategori penting, yakni vaksin yang wajib diberikan dan vaksin yang sama sekali tidak boleh diberikan.

Vaksin Influenza menjadi prioritas utama dan cukup diberikan satu kali dalam setahun.

Sementara itu, vaksin RSV Bivalen direkomendasikan diberikan pada usia kehamilan 24 hingga 36 minggu. Idealnya, vaksin diberikan 2 hingga 4 minggu sebelum persalinan agar bayi yang lahir langsung mendapatkan proteksi bawaan.

Selain itu, vaksin Tdap (Tetanus, Difteri, dan Pertusis) harus diberikan pada setiap kehamilan.

"Jadi kalau hamil lima kali, ya lima kali berarti harus vaksin Tetanus ini tadi," jelas dr. Visakha.

Daftar Vaksin yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meninjau pelaksanaan percepatan vaksinasi 600 Lansia di Alun-Alun Kota Bekasi, Rabu (23/2/2022)
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meninjau pelaksanaan percepatan vaksinasi 600 Lansia di Alun-Alun Kota Bekasi, Rabu (23/2/2022) (Dok. Humas Polda Metro Jaya)

Para suami dan ibu hamil wajib mencatat bahwa tidak semua vaksin aman bagi janin.

Dokter spesialis penyakit dalam ini mengingatkan ada jenis vaksin yang benar-benar kontraindikasi bagi ibu hamil.

"Vaksin yang bener-bener kontraindikasi, kita bener-bener enggak boleh kasih buat ibu hamil terlepas dari benefit-nya, itu vaksin yang terutama kita bilang cuma dilemahkan (live-attenuated vaccine)," ujarnya.

Beberapa contoh vaksin yang dilarang keras untuk ibu hamil di antaranya vaksin Varisela (cacar air), vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella), vaksin Dengue (demam berdarah), dan vaksin Yellow Fever (demam kuning).

Melalui pemahaman yang tepat mengenai jenis-jenis vaksinasi ini, keluarga dapat memberikan benteng perlindungan terbaik bagi ibu dan bayi.

Sebab, mencegah komplikasi sejak dini jauh lebih berharga daripada mengobati ketika penyakit sudah terlanjur menyerang.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved