4 Makanan yang Bisa Membuat Gas Pencernaan Berbau Lebih Menyengat
Bau kentut berasal dari gas hidrogen sulfida yang dihasilkan bakteri usus saat mencerna makanan tertentu.
Ringkasan Berita:
- Bau kentut berasal dari gas hidrogen sulfida yang dihasilkan bakteri usus saat mencerna makanan tertentu.
- Brokoli, kacang-kacangan, daging merah, telur, dan produk susu dapat membuat kentut berbau lebih menyengat.
- Mengonsumsi probiotik, makan perlahan, memperbanyak air, dan meningkatkan serat secara bertahap dapat membantu mengurangi bau kentut.
TRIBUNNEWS.COM - Tidak ada hal yang lebih normal, alami, sekaligus memalukan daripada kentut.
Anda mungkin bisa berpura-pura bahwa suara yang terdengar berasal dari sepatu yang berdecit, tetapi akan sulit mengelak jika disertai bau menyengat yang khas.
Mengutip eatingwell.com, penelitian terbaru tentang kentut menunjukkan bahwa rata-rata orang kentut sekitar 8 hingga 14 kali per hari, bahkan beberapa penelitian menemukan jumlahnya bisa mencapai 32 kali sehari.
Lalu, apa yang membuat kentut berbau dan apa yang bisa dilakukan untuk menguranginya?
Menurut ahli gizi Whitney Stuart, bau tersebut berasal dari gas hidrogen sulfida yang dihasilkan ketika bakteri usus memfermentasi makanan yang mengandung sulfur.
"Bau tidak sedap itu memang tidak disukai banyak orang, tetapi dalam jumlah tertentu bisa menjadi tanda bahwa Anda mengonsumsi makanan tinggi serat dan kaya nutrisi yang baik untuk mikrobioma usus," jelasnya.
Meski kentut berbau merupakan bagian normal dari proses pencernaan, beberapa makanan diketahui dapat membuat baunya semakin kuat.
Baca juga: Daftar Makanan yang Dapat Turunkan Tekanan Darah Secara Alami, Ini Penjelasannya
1. Sayuran Cruciferous
Sayuran seperti brokoli, kubis Brussel, dan kembang kol mengandung senyawa sulfur yang sangat baik bagi kesehatan, tetapi juga menjadi penyebab bau seperti telur busuk.
"Makanan ini mengandung senyawa sulfur yang dipecah oleh bakteri usus menjadi hidrogen sulfida, yaitu gas yang menghasilkan aroma telur busuk," kata ahli gizi Caitlin Beale.
Meski dapat menyebabkan bau tidak sedap, sayuran cruciferous memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Mengonsumsi lima hingga enam porsi per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal, saluran pencernaan bagian atas, paru-paru, dan kandung kemih.
Alih-alih menghindarinya, Beale menyarankan untuk mengonsumsi sayuran tersebut dalam kondisi matang dan meningkatkan porsinya secara bertahap agar usus dapat beradaptasi.
2. Kacang-Kacangan
Sejak kecil banyak orang sudah tahu bahwa kacang-kacangan dapat menyebabkan lebih banyak gas. Selain meningkatkan frekuensi kentut, makanan ini juga dapat membuat baunya lebih kuat.
Penyebabnya adalah senyawa yang disebut oligosakarida, yaitu karbohidrat rantai pendek yang tidak sepenuhnya dicerna di usus halus.
"Karbohidrat ini kemudian masuk ke usus besar, tempat bakteri usus memfermentasinya dan menghasilkan gas," jelas Beale.
Untuk mengurangi efek tersebut, kacang-kacangan dapat direndam terlebih dahulu sebelum dimasak. Mengonsumsi dalam porsi kecil dan meningkatkannya secara bertahap juga dapat membantu tubuh beradaptasi.
3. Daging Merah
Tidak hanya makanan nabati yang dapat membuat kentut lebih bau. Daging merah dan telur juga dapat memberikan efek serupa.
"Makanan hewani tinggi protein seperti daging merah dan telur kaya akan asam amino yang mengandung sulfur. Bakteri di usus besar mengubahnya menjadi gas hidrogen sulfida," kata Stuart.
Dalam jumlah besar, gas tersebut dapat menyebabkan kentut berbau sangat menyengat.
Untuk mengurangi dampaknya, Stuart menyarankan mengombinasikan makanan tinggi protein dengan makanan kaya serat seperti raspberry, alpukat, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
4. Produk Susu
Tidak semua orang mengalami kentut berbau setelah mengonsumsi produk susu. Namun bagi penderita intoleransi laktosa, susu dan produk olahannya bisa menjadi penyebab utama.
"Intoleransi laktosa berarti tubuh tidak mampu memecah laktosa secara sempurna. Pencernaan yang tidak tuntas inilah yang menyebabkan ketidaknyamanan dan kemungkinan munculnya kentut berbau," ujar ahli gizi Amanda Sauceda.
Meski demikian, tidak semua produk susu akan menimbulkan masalah. Produk dengan kadar laktosa rendah seperti keju cheddar dan kefir biasanya lebih mudah ditoleransi.
Selain itu, tersedia juga berbagai produk bebas laktosa yang dapat menjadi alternatif.
Tips Mengurangi Kentut Berbau
Para ahli gizi membagikan beberapa cara untuk mengurangi frekuensi dan bau kentut:
- Tingkatkan asupan serat secara bertahap, agar usus memiliki waktu untuk beradaptasi.
- Minum cukup air, sehingga serat dapat bergerak lancar melalui saluran pencernaan.
- Konsumsi makanan probiotik seperti yogurt, kefir, atau kimchi untuk membantu menyeimbangkan bakteri usus.
- Makan perlahan dan kunyah makanan dengan baik, sehingga tubuh lebih mudah mencerna makanan dan tidak terlalu banyak menelan udara.
- Konsultasikan dengan dokter jika kentut berbau disertai gejala lain seperti kembung, nyeri perut, atau perubahan pola buang air besar.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Foto-ilustrasi-seseorang-menutup-hidung-karena-baU.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.