Minggu, 19 April 2026

Angka Obesitas Meningkat, Teliti Baca Label Kemasan Jadi Kunci Pencegahan

Angka obesitas nasional meningkat. Obesitas sendiri disebabkan oleh konsumsi kalori berlebihan dalam jangka panjang.

Tribunnews.com/Aisyah Nursyamsi
HARI OBESITAS - Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI (tengah), (kiri) Head of Strategic Marketing Nutrifood Susana S.T.P., M.Sc., PD.Eng (tengah) dan Direktur SEAFAST Center IPB Dr. Puspo Edi Giriwono, STP., Magr. (kanan), dalam kegiatan peringatan Hari Obesitas Sedunia dan kampanye edukatif #BatasiGGL di Jakarta, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini mengajak masyarakat lebih cermat memilih pangan olahan untuk mencegah peningkatan angka obesitas nasional. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Angka obesitas nasional meningkat. 
  • Obesitas sendiri disebabkan oleh konsumsi kalori berlebihan dalam jangka panjang. 
  • Sumber dari makanan dan minuman sehari-hari, baik pangan olahan maupun siap saji. 
  • Cermat baca label makanan jadi kunci.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Angka obesitas nasional kembali menunjukkan tren peningkatan. 

Prevalensi obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas naik dari 21,8 persen pada 2018 menjadi 23,4 persen pada 2023.

Kenaikan ini menjadi pengingat bahwa obesitas bukan lagi isu pinggiran. Ia nyata, terus bertambah, dan berdampak serius pada kesehatan masyarakat.

Obesitas sendiri disebabkan oleh konsumsi kalori berlebihan dalam jangka panjang, yang bersumber dari makanan dan minuman sehari-hari, baik pangan olahan maupun siap saji.

Bertepatan dengan Hari Obesitas Sedunia, Nutrifood bersama Kementerian Kesehatan RI mengajak masyarakat lebih cermat memilih pangan olahan sebagai langkah konkret pencegahan obesitas

Upaya ini menjadi bagian dari kampanye edukatif #BatasiGGL yang telah dijalankan sejak 2013 bersama berbagai pihak.

*Obesitas Bukan Sekadar Soal Penampilan*

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, Dr. Siti Nadia Tarmizi, menegaskan obesitas adalah penyakit kronis yang berdampak serius terhadap kesehatan.

Ia mengungkapkan jika sebagian besar asupan kalori harian masyarakat sebenarnya masih berasal dari pangan olahan dan siap saji. 

"Karena itu, yang terpenting adalah menerapkan pola makan seimbang, memperhatikan porsi, serta menghindari konsumsi berlebihan agar risiko obesitas dapat ditekan,"ungkapnya pada media briefing 'Cermat Memilih Pangan Olahan untuk Mencegah Obesitas ' yang diselenggarakan Nutrifood di Jakarta, Rabu (4/3/2026). 

Pernyataan ini menunjukkan bahwa persoalan utamanya bukan semata jenis makanannya, tetapi jumlah dan pola konsumsinya.

Di tengah gaya hidup modern, pangan olahan memang tidak bisa sepenuhnya dihindari. Namun, masyarakat didorong untuk lebih mindful dalam menentukan pilihan.


Mengapa Membaca Label Jadi Penting?

Label kemasan sering kali diabaikan. Padahal di sanalah informasi penting tentang takaran saji, energi total, persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG), hingga komposisi bahan tercantum jelas.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved