Siap-siap, Pangandaran Surfing Competition 2019 Hadir Lagi

Kabupaten Pangandaran bersiaplah. Karena, para surfer mancanegara akan hadir. Mereka akan meramaikan Pangandaran Surfing Competition 2019.

Siap-siap, Pangandaran Surfing Competition 2019 Hadir Lagi
dok. Kemenpar

Kabupaten Pangandaran bersiaplah. Karena, para surfer mancanegara akan hadir. Mereka akan meramaikan Pangandaran Surfing Competition 2019. Event ini akan berlangsung di Pantai Barat Pangandaran, 24-25 Agusutus 2019.

Event sport tourism ini juga mengundang para peselancar dari berbagai daerah di Indonesia. Event ini menjadi sebuah rendezvou bagi para pecinta dan pemburu ombak. Bahkan wisatawan yang sengaja mencari ombak pada bulan Agustus ini akan hadir, seperti dari Brazil, New Zealand, Jepang, Australia, Belanda, dan Spanyol; untuk bersaing atau just for fun saja.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Undang Sohbarudin mengatakan, event ini sudah menjadi tradisi pantai, dan tidak boleh dihilangkan. Bahkan tahun depan sudah diagendakan menjadi kegiatan tahunan yang dianggarkan dengan lebih baik dan diajukan ke Kementerian Pariwisata RI agar lebih menggema.

“Pangandaran sangat bangga memiliki potensi ombak yang sangat baik. Utamanya para surfer yang sudah menorehkan prestasinya di ajang internasional dan sekaligus menjadi duta pariwisata untuk mengenalkan Kabupaten Pangandaran sebagai destinasi surfing yang nyaman dan mengasyikan,” ungkap Undang, Senin (18/8).

Undang menjelaskan, tujuan event Pangadaran Surfing Competition 2019 ini sangat banyak. Pertama, menguatkan karakter daya tarik wisata pantai Pangandaran yang bertema destinasi rekreasi pantai guna menunjang daya saing destinasi.

kemenpar-200819-2

"Kemudian mendukung pembangunan kepariwisataan Nasional, Provinsi Jawa Barat, dan khususnya Kabupaten Pangandaran. Khusunya dalam mensejahterakan masyarakat melalui peningkatan kunjungan dan perjalanan wisatawan dan dampak penggandaannya," jelas Undang.

Ketiga, menciptakan peluang investasi baru dan menguatkan usaha pariwisata di dalam menumbuhkan industri pariwisata daerah. Keempat, memupuk kekuatan dan kontribusi kelembagaan komunitas/ masyarakat pariwisata bagi kepariwisataan daerah.

"Juga menumbuhkan rasa cinta pada lingkungan alam sekitar. Dan pemahaman akan keterhubungan unsur-unsur alam dan kegiatan manusia yang berkelanjutan," tambahnya.

Tak hanya itu, kegiatan akan berlanjut pada tanggal 25 Agustus 2019. Komunitas surfer akan mensosialisasikan kegiatan surfing sebagai bagian terintegrasi dari kegiatan di Pantai Barat Pangandaran yang mengasyikan.

"Komunitas membuat program free surfing lesson bagi wisatawan dan umum yang hendak mencoba dan mencicipi keasyikannya berselancar di pantai yang ombaknya konsisten dari tahun ke tahun," katanya.

Menteri Pariwisata mendukung diadakannya event surfing ini. Kementerian Pariwisata cukup fokus dalam pengembangan wisata surfing. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kejuaraan tingkat dunia.

“Wisata surfing sedang tren di Indonesia dan dunia. Selain itu, Indonesia disebut sebagai surganya surfing. Karena kita memiliki banyak spot. Indonesia jga memiliki banyak event yang menggandeng WSL dan ASC. Pengembangan itu akan dilakukan juga di Pangandaran,” papar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga sangat mendukung pengembangan wisata bahari. Apalagi Indonesia dikenal dengan garis pantainya yang panjang.

“Indonesia dikenal sebagai negara bahari. Negara yang memiliki banyak pantai indah. Termasuk juga ombaknya menantang buat para surfer. Kelebihan ini harus dimaksimalkan. Indonesia harus menjadi yang terdepan untuk wisata bahari,” harap mantan Dirut PT Telkom itu.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved