Tambah LTT di Sumut, Kementan Siapkan Rencana Aksi Jitu

Guna menambah Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Sumatera Utara (Sumut), Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Saran

Tambah LTT di Sumut, Kementan Siapkan Rencana Aksi Jitu
Ist
Dirjen PSP Sarwo Edhy (kedua dari kanan) 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Guna menambah Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Sumatera Utara (Sumut), Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) memiliki beberapa rencana aksi.

Dirjen PSP Sarwo Edhy mengatakan, upaya pertama, yakni percepatan pengolahan lahan setelah panen. Kemudian optimalisasi pemanfaatan alat mesin pertanian yang terdapat di kelompok tani maupun Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) atau Brigade.

Baca: WOW! Karya Anak Bangsa Ini Sukses Menang di Asia Tenggara

Baca: 57 Tahun Berdiri, Yayasan Lembaga Daya Dharma Fokus Memanusiakan Manusia

Baca: Lebih Murah dari Fungisida, Kementan Dorong Pengendalian Penyakit Blas dengan Agens Hayati

Kedua, melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan seluruh pihak di tingkat lapangan, yaitu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI, dan petani.

"Aksi berikutnya adalah mempercepatan pengadaan dan penyaluran benih padi bantuan, baik melalui APBD dan APBN dan melakukan optimalisasi pemanfaatan bantuan Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT),” terang Sarwo Edhy, Minggu (13/10).

Selain itu, penanggungjawab Upaya Khusus (Upsus) Provinsi Sumut ini menjelaskan, Kementan juga mempercepat waktu tanam padi selama Oktober-Desember 2019 di lahan-lahan yang bisa ditanami padi gogo, seperti di tegalan-tegalan dan tumpang sari di perkebunan.

Penambahan LTT tersebut diperlukan karena selama periode Oktober hingga September 2018 -2019 Provinsi Sumut mengalami defisit lahan sebesar 150.289 hektar (ha) dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya.

"Beberapa penyebab defisitnya realisasi tersebut adalah berkurangnya luas baku lahan sawah dari 428.961 ha data BPS menjadi 245.953 ha data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)," terang Sarwo.

Hal tersebut sempat dia sampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Penanggungjawab Upsus Kabupaten dan Kepala Bidang Dinas Pertanian serta petugas data LTT di Medan, Kamis (10/10/2019).

Penurunan luas lahan itu pun diakui Yeni, salah seorang peserta rapat dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Dia mengatakan, tahun ini pihaknya memang harus mengejar luas tambah tanam yang telah ditargetkan. Pasalnya, terjadi pengurangan luas lahan sebesar 25.000 ha sesuai dengan surat dari Kementerian ATR/BPN.

“Kami akan terus berusaha untuk memenuhi target yang telah ditetapkan dan akan mengejar kekurangan tersebut di periode tanam berikutnya,” ucapnya.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved