Misi Kemanusiaan

57 Tahun Berdiri, Yayasan Lembaga Daya Dharma Fokus Memanusiakan Manusia

Di negara berkembang seperti Indonesia bisa dikatakan masyarakat miskin dan lemah masih mudah untuk ditemui. Bahkan, menurut rilis 15 Januari 2019, Ba

BizzInsight
57 Tahun Berdiri, Yayasan Lembaga Daya Dharma Fokus Memanusiakan Manusia
Tribunnews/Dea Duta Aulia
Anggota Yayasan Lembaga Daya Dharma di Jakarta, Senin (24/6)kemarin. 

TRIBUNNEWS.COM - Di negara berkembang seperti Indonesia bisa dikatakan masyarakat miskin dan lemah masih mudah untuk ditemui. Bahkan, menurut rilis 15 Januari 2019, Badan Pusat Statistik menyebutkan pada 2018 angka kemiskinan penduduk  tembus hingga 25,7 juta di Indonesia.

Meskipun mengalami penurunan, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat turut berpartisipasi agar angka kemiskinan terus berkurang. Salah satu elemen masyarakat yang sangat gencar memberantas kemiskinan adalah Yayasan Lembaga Daya Dharma-Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ).

Tak hanya fokus terhadap kemiskinan, melalui program pengembangan ekonomi, lembaga tersebut menjalankan misi kemanusiaan yaitu LKMTD (Lemah, Kecil, Miskin, Tertindas, dan Disabilitas).

“Setelah 57 tahun berdiri, kami (LDD-KAJ) fukus untuk ngewongke uwong (memanusiakan manusia),” ujar Direktur Pelaksana LDD-KAJ, P. Christoforus Kristiono Puspo, SJ, di Gedung Karya Sosial, Jakarta, Senin (24/6).

Menariknya, LDD-KAJ tak hanya fokus terhadap program LKMTD. LDD-KAJ juga memberikan perhatian terhadap waria. Perhatian tersebut didasari karena kemanusiaan. Pasalnya mereka (waria) sering kali dianggap sebelah mata dan dianggap berbeda, namun mereka juga perlu untuk dikasihi.

Misi besar tersebut ternyata mendapatkan sambutan positif dari berbagai elemen masyarakat lain, seperti pengusaha atau perusahaan besar.

Salah satu perusahaan yang mendukung program tersebut adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk. Pada kesempatan kali ini, Sido Muncul memberikan sumbangan senilai Rp 150 juta ke LDD-KAJ.

“Sumbangan kali ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kaum marginal atau terpinggikan, termasuk waria. Kebanyakan dari mereka berasal dari jalanan dan dipandang sebelah mata,” ujar Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat di Gedung LDD, Katedral, Jakarta Pusat, Senin (24/6) kemarin.

Tak hanya itu, sumbangan tersebut juga merupakan bentuk konsisten Sido Muncul untuk membantu orang yang membutuhkan. Hal tersebut dilakukan sebab di 2019, Sido Muncul sangat fokus terhadap kegiatan sosial. Bahkan, di tahun ini, Sido Muncul meningkatkan anggaran hingga 3x lipat untuk kegiatan sosial.

“Di tahun ini, dana kegiatan sosial Sido Muncul ditingkatkan sebanyak 3x lipat,” kata Irwan Hidayat

Sumbangan dari Sido Muncul tersebut sangat disambut positif oleh LDD-KAJ. Bukan tanpa sebab, sumbang tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu mengembangkan skill anggota yang tergabung di LDD-KAJ.

“Kami sangat berterima kasih ke Sido Muncul karena turut membantu memperjuangkan misi kemanusiaan. Karena bantuan ini, kami merasa lebih bersemangat untuk terus menjalani misi kemanusiaan agar dapat membantu orang-orang yang membutuhkan,” ujar Christoforus.

Hal senada juga disampaikan oleh Pembina Yayasan LDD-KAJ, Romo P. Al. Andang L. Binawan, SJ. Andang mengatakan bahwa sumbangan ini sangat membantu untuk “memanusiakan manusia” di Yayasan LDD-KAJ.

“Bantuan dari Sido Muncul membuat semangat kami terus berkobar (menjalankan misi kemanusiaan),” ujar pembina Yayasan LDD-KAJ, Romo P. Al. Andang L. Binawan, SJ, di tempat yang sama.

Tak hanya dari pihak LDD-KAJ yang berterima kasih, Irwan Hidayat, mengatakan bahwa dirinya berterima kasih karena dapat berpartisipasi untuk misi kemanusiaan di LDD-KAJ.

“Saya sangat berterima kasih karena berada di tempat ini (LDD-KAJ) untuk berpartisipasi membantu FKW (Forum Komunikasi Waria se-Indonesia) dan kaum disabilitas,” kata Irwan Hidayat.

Sido Muncul Berikan Bantuan ke Yayasan Lembaga Daya Dharma di Jakarta, Senin (2
Sido Muncul Berikan Bantuan ke Yayasan Lembaga Daya Dharma di Jakarta, Senin (24/6) kemarin.

Mengenai pengembangan skill anggota, LDD-KAJ mengadakan pelatihan yang cukup menarik. Pasalnya para anggota yang terdiri dari orang lemah, kecil, miskin, tertindas, waria, dan disabilitas mendapatkan pelatihan seperti memasak, merias, menjahit dan usaha kreatifitas lainnya.

Program dan bantuan tersebut ternyata sangat disambut positif oleh anggota yang tergabung di LDD-KAJ.

“Saya memiliki hobi menjahit sejak umur 15 dan saya bisa menyalurkan hobi melalui program menjahit yang diadakan LDD-KAJ,” ujar anggota LDD-KAJ, Fatimah yang dibantu oleh translator tuna rungu.

“Pasti sangat membantu, karena dapat mengembangkan keterampilan anggota yang tergabung di sini,” ujar seorang anggota FKW, Erik.

Tak hanya memberikan bantuan tersebut, melalui jaringan usahanya Sido Muncul juga akan membantu untuk menjualkan hasil kreatifitas dari anggota LDD-KAJ.

“Kami akan mencoba menjualkan hasil kreatifitas (LDD-KAJ) di jaringan kami. Nantinya hasil penjualan tersebut akan diberikan kembali ke anggota LDD-KAJ,” ujar Irwan Hidayat.

Irwan Hidayat juga memesankan kepada seluruh anggota LDD-KAJ agar tidak putus asa dan terus bersemangat dalam menjalani hidup.

“Yang paling penting jangan putus asa dan di masyarakat masih banyak yang mencintai kamu (anggota LDD-KAJ),” pangkas Irwan Hidayat.

Penulis: Dea Duta Aulia 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved