Minggu, 31 Agustus 2025
Tujuan Terkait

Lestari Moerdijat Dorong Kolaborasi Pendidikan Tinggi dan Dunia Usaha

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong kolaborasi lintas sektor demi wujudkan link and match antara perguruan tinggi dan dunia usaha

Editor: Content Writer
Dok. MPR RI
KOLABORASI LINTAS SEKTOR - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong kolaborasi lintas sektor demi wujudkan link and match antara perguruan tinggi dan dunia usaha untuk tekan angka pengangguran sarjana. 

TRIBUNNEWS.COM – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna menciptakan keterhubungan yang lebih kuat antara pendidikan tinggi dan dunia usaha. Hal ini dinilai penting untuk menghadapi tantangan bonus demografi sekaligus menurunkan angka pengangguran sarjana yang kian mengkhawatirkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Lestari saat membuka diskusi daring bertajuk "Meningkatnya Angka Pengangguran Sarjana yang Mengkhawatirkan", yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (9/7/2025).

“Bonus demografi bisa menjadi kekuatan besar, namun juga bisa menjadi bencana bila tak dibarengi penyediaan lapangan kerja yang cukup,” ujar Lestari.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber antara lain Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Kemenaker Darmawansyah, President Director PT Gobel International Hiramsyah S. Thaib, Dekan Psikologi Universitas Pancasila Dr. Silverius Y. Soeharso, dan Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai NasDem Millie Lukito.

Sistem Pendidikan Harus Lahirkan SDM yang Siap Kerja

Lestari atau yang akrab disapa Rerie menyoroti sistem pendidikan tinggi yang dinilai belum optimal dalam menyiapkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan nasional yang menghasilkan SDM kompeten dan berdaya saing global.

Senada, Dr. Silverius Y. Soeharso menyebut bahwa pendidikan tinggi saat ini belum mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, penguatan ekosistem pendidikan harus didasarkan pada amanat konstitusi agar mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri.

President Director PT Gobel International Hiramsyah S. Thaib menegaskan bahwa pengangguran, terutama di kalangan sarjana, menjadi tantangan besar bagi Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menyoroti pentingnya stabilitas sosial dan strategi konkret yang berkelanjutan untuk menekan pengangguran.

Sementara itu, Dirjen Penempatan Tenaga Kerja Kemenaker Darmawansyah menyebut saat ini Indonesia memiliki sekitar 7,28 juta pengangguran, dengan peningkatan signifikan pada lulusan perguruan tinggi. Ia menyatakan bahwa masalah utama adalah tidak terjalinnya link and match antara kebutuhan industri dan kompetensi pencari kerja.

Menurutnya, banyak pelaku industri yang mengaku kesulitan mencari tenaga kerja sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pelatihan vokasi dan program peningkatan keterampilan, seperti melalui Koperasi Merah Putih.

Baca juga: Penguasaan Grammar, Kunci Utama Pemahaman Teks Bahasa Inggris di Sekolah

Bahasa Inggris Jadi Kunci Kompetensi Global

Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai NasDem Millie Lukito menambahkan, kendala utama bagi tenaga kerja Indonesia di pasar internasional adalah lemahnya kemampuan berbahasa Inggris. Ia menyarankan kurikulum pendidikan sejak dasar harus membekali siswa dengan kemampuan dasar seperti bahasa asing agar lebih kompetitif secara global.

“Sarjana kita pintar, tapi masih ada kesenjangan antara kecerdasannya dan kebutuhan industri,” tegas Millie.

Baca juga: Berkat Kolaborasi Internasional UMM, Mahasiswa Rasakan Sensasi Belajar di Thailand

 

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

asia sustainability impact consortium

Follow our mission at www.esgpositiveimpactconsortium.asia

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan