Kinerja ESDM 2025 Tuai Pujian DPR, Lifting Migas hingga Listrik Desa Lampaui Target
Kinerja ESDM 2025 Tuai Pujian DPR, Lifting Migas hingga Listrik Desa Lampaui Target
TRIBUNNEWS.COM – Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memuji kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia atas capaian Kementerian ESDM sepanjang tahun anggaran 2025.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) antara Komisi XII DPR RI dan Menteri ESDM yang digelar di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengatakan, tahun 2025 menjadi periode penting untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan dan program Kementerian ESDM, baik dari aspek penerimaan negara, bauran energi, lifting migas, hingga akses energi bagi masyarakat.
“Komisi XII DPR RI mencermati secara umum pelaksanaan program Kementerian ESDM RI sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang positif,” ujar Bambang.
Menurut Komisi XII, capaian tersebut tercermin dari optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM, realisasi lifting minyak dan gas bumi yang melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), peningkatan konsumsi listrik per kapita, serta kebijakan mandatory biodiesel.
Selain itu, DPR juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam pemerataan akses listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca juga: Genjot Lifting Minyak, Menteri ESDM Siapkan Legalitas Lebih dari 40 Ribu Sumur Rakyat
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari menyebutkan, capaian Lisdes pada 2025 mencapai 77.616 pelanggan di 1.516 lokasi, sementara BPBL mencatat 205.968 instalasi terpasang. Menurutnya, capaian tersebut melampaui target yang telah disepakati bersama.
“Ini menjadi capaian yang patut diapresiasi besar karena melebihi target. Hal ini menunjukkan Menteri ESDM mampu memimpin jajaran untuk menjalankan tugas dengan baik,” ujar Ratna.
Ratna berharap, program-program yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat dapat terus dipertahankan dan dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.
Menanggapi apresiasi tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa capaian tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama lintas sektor, termasuk Kementerian ESDM, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), serta badan usaha terkait.
Bahlil mengungkapkan, target lifting minyak tahun 2025 sebesar 605.000 barel per hari (barrel per day/bpod) berhasil terlampaui dengan realisasi mencapai 605,3 bpod.
“Artinya target APBN 2025 tercapai, bahkan ada kelebihan meski tipis,” kata Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa perluasan akses listrik bagi daerah yang belum teraliri listrik menjadi prioritas utama pemerintah guna mewujudkan pemerataan pembangunan.
“Sekalipun lifting migas tercapai, kalau masih ada desa dan kelurahan yang belum mendapat listrik, saya merasa menjadi menteri yang gagal. Insya Allah semua desa dan kelurahan akan teraliri listrik,” tegasnya.
Baca juga: Kejar Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari, Bahlil Berikan 40 Ribu Izin Sumur Rakyat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Komisi-XII-DPR-RI-memuji-kinerja-Menteri-ESDM.jpg)