Sekolah Rakyat
Gus Ipul: Desil DTSEN Disusun BPS dengan Ukuran Statistik, Bukan Perkiraan
Mensos Gus Ipul minta semua pihak percayakan pemeringkatan desil DTSEN kepada BPS.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan pembacaan puisi oleh Zahwa Anindita (SRMA 16 Jakarta) serta paduan suara siswa sekolah rakyat gabungan bersama pilar-pilar sosial Kabupaten Purwakarta.
Baca juga: Seskab Teddy Bertemu Mensos Gus Ipul pada Tengah Malam, Bahas Sekolah Rakyat
Turut hadir Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes Mulyadin Malik, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, serta jajaran pejabat tinggi pratama dan madya dari Kemensos, Kemendes, dan BPS.
Hadir pula para camat, kepala desa, operator desa, pendamping desa, serta ratusan pilar sosial dari Kabupaten Purwakarta.
Sebagai akses pemutakhiran, Kemensos membuka ruang partisipasi publik dalam pembaruan DTSEN melalui dua jalur, yakni jalur formal dan jalur partisipatif.
Pada jalur formal, masyarakat dapat berkoordinasi dengan RT/ RW untuk mengajukan pembaruan data melalui operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di desa, kelurahan, atau dinas sosial. Usulan tersebut dibahas dalam musyawarah desa atau kelurahan, kemudian dilakukan ground check oleh pendamping PKH dan Dinas Sosial. Selanjutnya, data ditetapkan oleh kepala daerah.
Sementara itu, jalur partisipatif memungkinkan masyarakat berperan langsung melalui aplikasi Cek Bansos, pelaporan kepada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), layanan Command Center 021-171, serta layanan WhatsApp 08877-171-171. Seluruh usulan dari kedua jalur tersebut akan diverifikasi oleh BPS untuk diperingkat ulang dan diperbarui secara berkala setiap tiga bulan.
Baca juga: Malam Anugerah LPTNU 2026, Gus Ipul Ajak Perguruan Tinggi NU Terlibat di Sekolah Rakyat
Hingga 23 Januari 2026, DTSEN telah mencatat sekitar 289 juta individu dan lebih dari 95 juta keluarga yang dipadankan secara nasional. Data ini menjadi fondasi penentuan sasaran berbagai program pemerintah dan telah dimanfaatkan oleh lebih dari 24 kementerian dan lembaga.
Pemutakhiran juga terus dilakukan. Hingga kini, sebanyak 56.228.037 individu dalam 17.762.228 keluarga telah diperbarui.
Dari proses itu, 529.577 keluarga mengalami perubahan desil, baik naik maupun turun, sebagai bagian dari upaya memastikan data semakin mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PEMERINGKATAN-DTSEN.jpg)