Minggu, 12 April 2026

Seskab Teddy Bertemu Mensos Gus Ipul pada Tengah Malam, Bahas Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan Mensos Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Kantor Sekretariat Kabinet pada Kamis (12/3/2026)

Tangkapan layar Instagram @sekretariat.kabinet
SEKOLAH RAKYAT - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Kantor Sekretariat Kabinet pada Kamis (12/3/2026) pukul 23.30 WIB. Pada pertemuan itu, Gus Ipul melakukan silaturahmi sekaligus melaporkan perkembangan program Sekolah Rakyat. 

Ringkasan Berita:
  • Seskab Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan Mensos Saifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet.
  • Gus Ipul melakukan silaturahmi sekaligus melaporkan perkembangan program Sekolah Rakyat.
  • Menurut Teddy, Presiden Prabowo Subianto tidak ingin ada anak-anak yang tak dapat bersekolah. 

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima kedatangan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Kantor Sekretariat Kabinet pada Kamis (12/3/2026) pukul 23.30 WIB.

Pada pertemuan itu, Gus Ipul melakukan silaturahmi sekaligus melaporkan perkembangan program Sekolah Rakyat.

"Menteri Sosial bersilahturahmi sekaligus melaporkan perkembangan program sekolah rakyat yang Kementerian Sosial kerjakan," bunyi pernyataan yang diunggah akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Jumat (13/3/2026).

Menurut Teddy, Presiden Prabowo Subianto tidak ingin ada anak-anak yang tak dapat bersekolah. 

Dalam satu tahun ini, sambungnya, hampir 20.000 anak-anak yang putus sekolah bisa kembali bersekolah.

"Alhamdulillah dalam satu tahun ini hampir 20.000 anak-anak putus sekolah dapat kembali bersekolah dan mendapat tempat tinggal yang layak, makanan, gizi, dan jaminan kesehatan yang memadai."

"Presiden Prabowo tidak ingin ada lagi anak-anak yang seharusnya bersekolah tetapi tidak dapat bersekolah. Serta tidak ingin ada anak-anak yang harus berada hidup, mencari makan dan tinggal di jalanan," ungkapnya.

Program Sekolah Rakyat ke depan akan terus diperbaiki agar bisa berdampak baik untuk anak-anak Indonesia.

"Setiap tahunnya program ini akan terus ditingkatkan dan kita pastikan dapat berdampak baik untuk generasi muda Indonesia," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah terus mempercepat realisasi program Sekolah Rakyat sebagai salah satu instrumen strategis pengentasan kemiskinan ekstrem.

Di tujuh wilayah Indonesia, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut kini memasuki tahap progres konstruksi dengan PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai salah satu pelaksana utama.

Baca juga: Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Jadi Lokasi Tebar Kebaikan HIPMI Solo Impact Challenge

PT Brantas Abipraya (Persero) adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Perusahaan ini berdiri pada 12 November 1980 dan berkantor pusat di Jakarta.

Fokus utamanya adalah pembangunan infrastruktur, properti, pencetakan beton, penyewaan alat berat, serta pembangkitan listrik melalui anak usaha PT Brantas Energi. 

Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Pendidikan ditempatkan sebagai fondasi intervensi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Brantas Abipraya terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat (dua lokasi), Jawa Timur, dan Sulawesi Utara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved