Libur Lebaran, Gus Ipul Minta Layanan Kemensos Tetap Berjalan
Gus Ipul minta layanan Kemensos tetap aktif selama Lebaran, termasuk bansos dan layanan darurat.
Sementara itu, terkait dinamika konflik di Timur Tengah Gus Ipul juga mengingatkan dampaknya di Indonesia.
Baca juga: Mensos Gus Ipul dan Wamensos Bayar Zakat Melalui BAZNAS di Istana
Perang yang saat ini terjadi di Timur Tengah berpotensi menimbulkan dampak sosial berupa inflasi dan penurunan daya beli masyarakat Indonesia.
Gus Ipul menilai, kondisi tersebut bisa berdampak pada masyarakat kelompok rentan pada Desil 1 hingga Desil 4 DTSEN.
"Bisa jadi yang berada di Desil 5 turun ke Desil 4, 6 misalnya bisa turun. Kita belum bisa mengukur secara langsung, tetapi asumsinya saja pasti akan ada satu proses yang mungkin membuat seseorang atau keluarga turun kelas. Tapi juga kita harus yakin dan bisa meyakini juga akan ada sebagian lagi yang naik kelas. Karena begitulah siklusnya," katanya.
Dari sinilah Gus Ipul menyebut, data menjadi kunci utama untuk mencegah lonjakan kemiskinan baru dan menahan kerentanan sosial. Dalam situasi krisis perlu adanya penguatan bansos di antaranya, yakni opsi top-up bantuan, dan perluasan sementara penerima seperti BLTS.
"Disinilah data-data harus terus dimutakhirkan. Jangan sampai kita kedodoran ketika nanti ada top-up atau juga perluasan penerima sementara. Jadi saya minta ini betul-betul diantisipasi. Perkuat kolaborasi, perkuat langkah untuk merespon berbagai perkembangan yang ada di masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Gus Ipul juga mendorong jajaranya agar berhemat. Salah satunya adalah dengan cara refocusing belanja operasional meliputi pemangkasan perjalanan dinas yang tidak krusial, memangkas rapat seremonial dan kegiatan simbolik, serta memangkas belanja ATK.
"Coba ini kita alihkan ke sistem data dan monitoring. Prinsipnya, kurangi biaya, tambah dampak. Biaya dikurangi itu bukan berarti terus enggak ada pertemuan, enggak ada rapat, tetap ada rapat, tetapi yang berdampak nyata," jelasnya.
Gus Ipul pun meminta agar jajarannya menyiapkan skema WFH tanpa mengurangi aktivitas koordinasi, serta mengurangi biaya cetak, distribusi, dan duplikasi biaya kerja melalui konsep digitalisasi dan paperless bureaucracy. Ia juga mengimbau adanya penyederhanaan program.
"Gabungkan program yang tumpang tindih. Jangan sampai ada program yang sama dikerjakan oleh banyak Satker. Program yang tidak berdampak pertimbangkan untuk dialihkan," pungkasnya.
Baca juga: Kemensos Salurkan 19.000 Paket Sembako ke Sumatra Selama Bulan Ramadan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gus-Ipul-minta-layanan-Kemensos-tetap-berjalan-selama-libur-lebaran.jpg)