Apresiasi Percepatan Transisi Energi, Eddy Soeparno Dorong Roadmap PLTS 100 GW
Eddy Soeparno soroti transisi energi di RDP DPR, dorong roadmap jelas, penguatan industri dalam negeri, dan percepatan energi terbarukan nasional.
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno menyampaikan apresiasi terhadap para pelaku sektor energi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PLN, Senin (13/4).
Eddy menilai peran perusahaan seperti PLN, Pertamina dan pelaku usaha swasta energi lainnya sangat krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam rapat tersebut, Eddy menegaskan perlunya lima fokus utama dalam pengembangan transisi energi nasional. Pertama, membangun ketahanan energi dalam negeri.
Kedua, turut mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ketiga, mengurangi jejak karbon. Keempat, memastikan biaya transisi energi sesuai dengan keekonomian dan kemampuan.
Terakhir, Eddy melanjutkan, adalah memastikan kesiapan pelaku usaha dalam negeri agar investasi besar-besaran di sektor energi terbarukan dinikmati seutuhnya oleh industri dan manufaktur Indonesia,"
“Transisi energi melahirkan green industries dan green jobs bagi putra-putri Indonesia. Industri yang terbangun akan membuka lapangan kerja sehingga menyerap tenaga kerja formil yang sangat dibutuhkan,” lanjutnya.
Baca juga: Eddy Soeparno: Krisis Energi Dorong Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Plastik Hingga Pupuk
Eddy juga menyoroti rencana penghapusan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebagai bagian dari transisi energi. Ia meminta PLN memaparkan peta jalan atau roadmap yang jelas terkait pensiun dini PLTD, termasuk kompleksitas teknis, negosiasi penghentian operasional, serta potensi biaya yang timbul.
Menurutnya, biaya operasional PLTD yang tinggi dan emisi karbon yang toxic menjadi alasan utama perlunya percepatan penggantian dengan energi yang lebih efisien seperti tenaga surya.
Selain itu, Eddy juga merespons perihal arahan Presiden terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt (GW) dalam kurun waktu dua tahun. Ia meminta PLN untuk dapat memberikan penjelasan rinci mengenai roadmap pencapaian target tersebut.
“Berapa kebutuhan lahan, berapa total investasi, termasuk biaya baterai dan lain-lain. Ini harus jelas. PLN harus betul-betul memiliki rencana pengembangan yang matang dan kredibel agar target yang dicanangkan Presiden tercapai,” tegasnya.
Doktor Ilmu Politk UI ini kembali mengingatkan agar proyek besar ini tidak berujung pada ketergantungan impor. Eddy menekankan pentingnya membangun dan memanfaatkan kapasitas industri dalam negeri agar “pesta” transisi energi sepenuhnya milik anak bangsa.
Lebih lanjut, Eddy meminta agar PLN memaparkan lebih detail lagi tentang rencana pembangunan PLTS 100 GW dalam waktu dekat karena rampungnya proyek besar ini akan menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemimpin energi terbarukan di kawasan.
“Pembangunan PLTS 100 GW merupakan quantum leap dalam transisi energi Indonesia dan akan menempatkan negara kita sebagai salah satu yang terunggul di sektor energi terbarukan di Asia,” pungkas Waketum PAN ini.(*)
Baca juga: Eddy Soeparno Dorong Pembenahan Subsidi Agar Tepat Sasaran di Tengah Krisis Energi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Eddy-Soeparno-mpr-rii-wto.jpg)