Breaking News:

Wanita yang Tidak Boleh Menggunakan KB Suntik

Kontrasepsi KB suntik biasa disuntikkan di otot panggul atau lengan atas (wanita) yang berisi hormon progesteron tiap 2 atau 3 bulan sekali.

zoom-inlihat foto Wanita yang Tidak Boleh Menggunakan KB Suntik
tribunnews.com/Bian Harnansa
Seorang ibu hamil tua yang tergabung dalam Keluarga Perkawinan Campur (KPC Melati) mengibarkan bendera merah-putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sesaat palu Parleman mensahkan Undang-undang kewarganegaran di Gedung Paripurna MPR/DPR RI, Jakarta. Selasa (11/7/2009) Disahkannya undang-undang Kewarganegaraan merukanakan kemerdekaan buat sang anak memiliki status warga negara.
TRIBUNNEWS.COM- Kontrasepsi KB suntik biasa disuntikkan di otot panggul atau lengan atas (wanita) yang berisi hormon progesteron tiap  2 atau 3 bulan sekali. Namun pada kondisi tertentu, wanita pasangan usia subur (PUS) tidak boleh menggunakan KB suntik.

Misalnya wanita yang
- sedang hamil atau ada riwayat kanker payudara maka tak boleh pakai KB suntik.
- pendarahan vagina yang belum diketahui sebabnya
- menderita penyakit jantung, hepatitis, darah tinggi dan kencing manis
- sedang menyusui bayi kurang dari 6 minggu
- kelainan pembuluh darah yang mengakibatkan sakit kepala
- wanita perokok yang berusia lebih dari 35 tahun

Cara kerja KB suntik ini berguna untuk menekan ovulasi, mengentalkan lendir mulut rahim sehingga penetrasi sperma terganggu.  Selain itu, KB suntik bekerja dengan menipiskan selaput lendir sehingga tidak siap untuk kehamilan. Dan yang paling penting adalah menghambat transportasi sel telur yang telah dibuahi (gamer) oleh tuba.

Dalam studi kesehatan, buku rujukan BKKBN berjudul Fikih Keluarga karangan Cholil Nafis, penggunaan KB suntik berhasil atau efektivitasnya sekitar 97 persen untuk tidak terjadi kehamilan.
- Keuntungannya dalah aman, efek samping kecil dan jangka panjang
- Tidak mempengaruhi ASI, cocok untuk ibu menyusui
- Tidak mengganggu hubungan suami istri
- Mengurahi pendarahan saat haid dan nyeri haid
- Mencegah kista ovarium, anemia, penyakit payudara jinak, kehamilan ektopik dan melindungi dari penyakit radang panggul.

Namun demikian, KB suntik juga ada keterbatasannya yaitu
- kembalinya kesuburan setelah KB suntik dihentikan membutuhkan waktu sekitar 5 bulan
- harus kembali ke tempat pelayanan
- tidak dapat mencegah penyakit HIV, IMS, atau AIDS serta hepatitis B
- efek sampingnya bisa terjadi serangan jantung, stroke, tumor hati, bekuan darah pada hati dan otak.
- bisa mengakibatkan pusing dan mual walau jarang terjadi
- menstruasi kadang tidak keluar selama 3 bulan pertama
- pendarahan lebih banyak saat menstruasi
dan perubahan berat badan.(*)

Penulis: Iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved