Roy Terdeportasi dari Big Brother
Sebanyak 15 housemates dengan karakter berbeda, tersisa dalam sesi pertama 'Big Brother Indonesia Bersama Simpati 2011', yang diprakarsai
Bersama Simpati 2011', yang diprakarsai Trans TV dan Simpati.
Seorang Kapten yang pertama dipilih oleh para housemates adalah Roy, yang berasal dari kota Surabaya. Saat audisi, Roy dikenal dengan sifat temperamentalnya yang tinggi, namun dibalik itu dia seorang ayah yang sangat menyayangi keluarganya.
Di minggu pertama di rumah 'Big Brother Indonesia bersama simPATI', housemates bermain berbagai macam tugas dan permainan yang diberikan oleh Big Brother. Salah satu tugas mingguan mereka adalah “Efek Domino” dimana Big Brother menyediakan 1.000 kotak CD, 250 kardus kotak biskuit, 175 kaset VHS dan 280 domino yang harus disusun semuanya mengikuti dua jalur yang berbeda mengelilingi rumah.
Sementara itu, romansa antara Derek dan Jane mulai muncul, dimana keduanya sering tertangkap kamera sedang berduaan. Para housemates pun membuat kejutan untuk merayakan ulang tahun Afrie, dimana Shinta yang diberikan kuasa untuk menjalankan misi rahasia oleh Big Brother.
Selain itu, terjadi cinta segitiga antara Afrie, Shinta dan Patra. Keberhasilan Shinta dalam menjalankan misi rahasia untuk ultah Afrie, menyebabkan persaingan antara Patra dan Afrie.
Selain percintaan, konflik pun muncul di dalam rumah 'Big Brother Indonesia bersama simPATI', dimana Luthfie dan Jane terlibat konflik yang cukup panas. Penyebabnya karena ketidaksengajaan Luthfie menekan dada Jane.
Konflik di antara keduanya pun memancing emosi housemates lainnya yang jadi ikut kesal melihat tingkah Luthfie yang sangat egois dan susah diatur tersebut.
Sementara itu, Roy sang Kapten membuat seisi rumah Big Brother khawatir akan kondisi kesehatannya. Tim medis Big Brother telah dua kali memasuki rumah karena kondisi Roy yang memprihatinkan. Tepat hari Kamis tanggal 21 April 2011, Roy dilarikan dengan ambulance ke RS Medistra untuk menjalani pengobatan karena kondisi kesehatannya yang semakin memburuk. Ia meminum tiga obat pusing sekaligus.
Akhirnya, pada 'Malam Deportasi Big Brother Indonesia bersama simPATI', Sabtu tanggal 23 April 2011, Roy lah yang terdeportasi dan harus keluar dari rumah Big Brother. Hasil deportasi ini didapatkan dari poling SMS para penonton.