Minggu, 31 Agustus 2025

Parenting

Ini Risiko Jika Anak Bermasalah Urusan Makan

Anak yang bermasalah makan jangan hanya didiamkan. Karena hal itu akan mengganggu pertumbuhannya.

Penulis: Agustina Rasyida
zoom-inlihat foto Ini Risiko Jika Anak Bermasalah Urusan Makan
TRIBUNNEWS.COM/ANITA KUSUMA WARDHANI
Kalau anak susah makan, cari jalan keluarnya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Jika anak kita makan terlalu sedikit, hanya mau makan jenis makanan tertentu saja, tidak mau mencoba makanan baru, mudah terganggu pada saat jam makan dan selalu ingin bermain, berarti anak memiliki masalah waktu makan.

Masalah makan tak hanya itu, anak yang sedikit mengonsumsi sayur dan buah, menghabiskan makanan dalam waktu yang lama, serta lebih memilih minuman dibandingkan makanan juga diindikasikan mengalami masalah makan.

Anak yang bermasalah makan jangan hanya didiamkan. Karena hal itu akan mengganggu pertumbuhannya.

"Anak yang bermasalah makan akan mengakibatkan pertumbuhan, asupan energi, dan pola makan anak bermasalah makan," ujar dr. Tatang Puspanjono, SpA dari RS MRCCC, Siloam, Jakarta.

Menurut Tatang, sebuah survei telah dilakukan pada 494 anak. Anak yang bermasalah makan dilaporkan lebih pendek, berat badan lebih rendah, dan mendapatkan kalori dari snack dibandingkan dengan pola makan normal. Secara signifikan, anak bermasalah makan mengonsumsi zinc, kalsium, dan vitamin B6 lebih rendah dibandingkan kontrol. Di sisi lain, kesulitan dalam memberikan makan pada anak, pada tahun pertama mengakibatkan kekurangan intake, regurgitasi, muntah, diare, konstipasi, kolik, dan lainnya.

"Upaya yang harus dilakukan, orangtua harus mengatasi faktor penyebabnya dan dampaknya."

Faktornya bisa dari penyakit atau lingkungan, bisa berdampak malnutrisi, atau defisiensi nutrien tertentu. Orangtua sebaiknya memerbaiki nutrisi atau meningkatkan asupan makanan, reedukasi tentang perilaku makan, dan bagi anak yang mengalami kesulitan mengunyah atau menelan akan dilakukan fisioterapi.

"Konsultasi ke dokter anak, untuk mendapatkan diagnosa yang tepat, dan kondisi medis di tangani secara tepat."

Hal ini perlu kerjasama antara dokter anak dan orangtua, agar anak dapat melatih keterampilan oromotor (pergerakan mulut), serta melakukan terapi perilaku (terapkan pedoman makan, intervensi perilaku khusus). (Agustina N.R)

Baca artikel menarik lainnya

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan