Tanda Penuaan Kulit Mulai Muncul Diam-diam di Pertengahan Usia 20-an
Usia 20-an menjadi masa penting untuk membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Ringkasan Berita:
- Penurunan produksi kolagen sebenarnya mulai terjadi sejak pertengahan usia 20-an, hanya saja prosesnya berjalan perlahan sehingga sering tidak disadari
- Banyak orang baru menyadari perubahan kulit saat usia 30 tahun ke atas karena prosesnya berlangsung bertahap
- Usia 20-an menjadi masa penting untuk membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang menganggap tanda penuaan baru muncul setelah usia 30 tahun.
Saat muncul garis halus, kulit mulai kendur, atau elastisitas berkurang, barulah perawatan kulit dianggap penting.
Padahal, penurunan kualitas kulit disebut bisa dimulai jauh lebih awal.
Baca juga: Polusi dan Stres Percepat Penuaan, Pakar: Penting Rangsang Pembentukan Kolagen di Lapisan Kulit
Baca juga: Rokok hingga Alkohol Bisa Picu Penuaan Dini, Begini Penjelasan Dokter
Skincare and Aesthetic Expert dr. Yessica Tania, Dipl. AAAM mengatakan, penurunan produksi kolagen sebenarnya mulai terjadi sejak pertengahan usia 20-an, hanya saja prosesnya berjalan perlahan sehingga sering tidak disadari.
"Mitos atau fakta jawabannya cuma itu ya. Jadi saya pilih fakta," ujar dr. Yessica pada konferensi pers ZEGAVIT Gummy Multivitamin dan talkshow bertajuk Radiate from the Inside: Delightful Wellness, the New Enjoyable Self-care Essentials di Beauty Fest Asia 2026, Senin (1/6/2026).
Penurunan Kolagen Terjadi Perlahan
Menurut dr. Yessica, banyak orang baru menyadari perubahan kulit saat usia 30 tahun ke atas karena prosesnya berlangsung bertahap.
"Makanya orang itu sering nggak notice karena pas dia notice umur 30, 35, 40 udah keriput aja gitu kan. Karena di start 25 itu penurunannya perlahan-lahan. Jadi penurunan dari kolagen, produksi dari kolagen dari tubuh kita itu akan menurun setiap tahun sebanyak 1 persen," jelasnya.
Artinya, usia muda bukan hanya fase menikmati kulit yang masih bagus, tapi juga masa penting untuk menjaga kualitas kulit agar perubahan yang terjadi berjalan lebih lambat.
Fokus Menjaga, Bukan Menunggu Rusak
Menurut dr. Yessica, pola pikir menjaga kulit perlu berubah. Fokusnya bukan lagi mulai merawat saat tanda penuaan muncul, tetapi menjaga kualitas kulit sejak dini.
Ia menjelaskan bahwa usia 20-an menjadi masa penting untuk membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang.
"Start dari usia 25-26 itu menurun studi jurnal ya. Jadi di start usia itu sebenarnya dari 20-an itu kita harus fokusnya bukan waktu tua lagi. Tapi gimana caranya menjaga kualitas kulit ini dari sejak muda," lanjutnya.
Perubahan elastisitas kulit yang berjalan perlahan membuat banyak orang merasa kulitnya masih baik-baik saja.
Padahal, proses biologis tetap berlangsung di dalam tubuh setiap tahun.
Karena itu, menjaga kualitas kulit sejak usia muda dinilai lebih penting dibanding menunggu muncul masalah lalu mencari solusi instan.
(Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kulit-wajahhhhh.jpg)