Sabtu, 9 Mei 2026

Kebaya Bukan Lagi Baju Orang Tua

Kebaya identik dengan gaya jaman dulu (jadul) dan baju untuk orang tua. Namun sekarang kesan itu tertepis.

Tayang:
surya/habibur rohman
KEBAYA EKSOTIK - Macam Ragam Kebaya anggota asosiasi perancang pengusaha mode indonesia (APPMI) pada ajang Exotica Kebaya menyambut Hari Kartini yang berlangsung di Oval Hall Royal Plaza Surabaya, Jumat (18/4/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kebaya identik dengan gaya jaman dulu (jadul) dan baju untuk orang tua. Sebagai busana khas Indonesia, terutama Jawa, seharusnya saat ini kebaya bisa ditampilkan diberbagai kegiatan, bahkan bisa menjadi trendsetter tersendiri.

Target itulah yang disiapkan para perancang busana yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) diajang Exotica Kebaya dalam menyambut perayaan Hari Kartini di Royal Plaza, Jumat (18/4/2014).

"Kami memang inginnya kebaya yang ready to wear. Bisa dikenakan anak-anak muda, bisa untuk hangout dan sebagainya," jelas Denny Djoewardi, Ketua APPMI Jatim disela acara.

Karena itulah, bersama beberapa anggota APPMI Jatim yang lain, mereka menampilkan parade karya kebaya yang lebih modern dan muda dan gaul. Denny sendiri menampilkan karya ready to wear dengan brand K by Den, kebaya kasual dengan bahan katun, sedikit bordiran, dikombinasi denim.

"Memasyarakatkan kebaya tidak hanya diacara resmi tapi juga untuk hang out. Tidak kebaya yang glamour dan full payet, kasual tanpa hiasan payet, hanya seni bordir dan lebih simpel," jelasnya.

Sedangkan desainer lain, seperti Melia wijaya, menggunakan tema Kartini. Kebaya Kartini yang identik dengan kemben dan potongan krah model V yang langsung dipautkan dengan kancing, dimodifikasikan sebagai gaun coctail.

"Hanya lengan bisa pendek dengan bahan yang lace timbul, tetap glamour tapi tidak terbatas untuk pesta resmi tapi juga pesta sederhana serta jamuan-jamuan saja," ungkap Melia.

Sementara Geraldus Sugeng menampilkan kebaya multi fungsi, bisa dikenakan resmi, setengah resmi dan santai. Dikombinasikan dengan rok, mini rok, dress, long drees, dan lain sebagainya. "Tapi tetap saya tampilkan glamournya dengan aksen bunga tiga dimensi sehingga saya beri tema Soul ful blossom," jelas Geraldus yang juga mengeluarkan buku tentang kebaya modern sebagai edukasi kebaya tidak sekedar jadul dan untuk orang tua.

Selain ketiganya, dalam event itu juga digelar parade kebaya karya desainer-desainer lokal Surabaya dan Jatim, seperti Istana Kebaya, Vera Suraiya, Casa Vira dan Astrid Esterlita.

Sajian kebaya modern untuk kaum muda yang lebih ready to wear ini berhasil menarik para pengunjung untuk mendekat. Respon mereka terlihat luas, apalagi melihat kebaya yang ditampilkan tidak seglamour kebaya untuk pengantin.

"Selama ini kan kebaya identik glamour dan kadang bisa mengalahi kebayanya pengantin. Apalagi pengantin sekarang juga banyak yang mulai memilih model gaun kebaya minimalis," komentar Angraeni yang datang bersama rekan-rekannya.

Syarat kebaya menjadi busana hangout tentunya dilihat dari bahan, bentuk, dan detail yang lebih sederhana dan nyaman dikenakan dalam waktu lama.

Sumber: Surya
Tags
kebaya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved