Berbekal Keterampilan Mumpuni, Penyandang Tunanetra Tembus Standar Global Industri Wellness
Industri kesehatan dan kebugaran makin membuka ruang bagi penyandang tunanetra yang kini mengisi posisi profesional bersertifikat. Fenomena i
Ringkasan Berita:
- Fenomena inklusivitas ini menjadi sorotan dalam ajang Asia Pacific Spa & Wellness Coalition (APSWC) Awards 2026 yang digelar di Kamboja.
- Program "I Am Able! Spa Academy" dirancang menjembatani keterbatasan fisik dengan standar kebutuhan industri wellness.
- Selain keterampilan teknis, fokus utama akademi ini adalah membangun kepercayaan diri penyandang tunanetra
TRIBUNNEWS.COM - Industri kesehatan dan kebugaran semakin membuka ruang bagi penyandang tunanetra yang kini mulai mengisi posisi profesional sebagai terapis spa bersertifikat industri.
Fenomena inklusivitas ini menjadi sorotan dalam ajang Asia Pacific Spa & Wellness Coalition (APSWC) Awards 2026 yang digelar di Siem Reap, Kamboja.
Program bertajuk “I Am Able! Spa Academy” dinilai berhasil mendobrak stigma dengan melatih para penyandang tunanetra menjadi tenaga ahli yang kompeten sekaligus menjembatani keterbatasan fisik dengan standar kebutuhan industri spa modern.
Para peserta selain dibekali dengan kemampuan teknis memijat, tetapi juga pelatihan mendalam mengenai etika pelayanan dan pengetahuan seputar kebugaran holistik.
Selain keterampilan teknis, fokus utama akademi ini adalah membangun kepercayaan diri para peserta. Dengan kurikulum terukur, penyandang tunanetra diarahkan untuk memiliki daya saing yang setara dengan terapis non-disabilitas lainnya.
Ke depan, industri spa diharapkan terus berinovasi dalam merangkul kelompok rentan.
Keberhasilan terapis tunanetra menembus pasar profesional menjadi sinyal positif bahwa ekosistem kebugaran di Asia Pasifik, khususnya Indonesia, bergerak menuju arah yang lebih manusiawi dan terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi.
Langkah ini terbukti efektif. Saat ini, sejumlah lulusan program tersebut telah resmi berkarier sebagai terapis profesional di jaringan Martha Tilaar Spa.
Kehadiran mereka membuktikan bahwa kualitas layanan tidak terbatas pada kemampuan visual, melainkan pada ketajaman sensorik dan profesionalisme yang terasah.
Baca juga: KEK Sanur Dipacu Jadi Destinasi Health & Wellness Dunia Lewat Ethnobotanical Garden
Atas inisiatif pemberdayaan tersebut, Martha Tilaar Spa diganjar penghargaan Community Service Achievement dalam APSWC Awards 2026.
Ini merupakan penghargaan kedua yang diterima secara berturut-turut sejak tahun 2025, menegaskan bahwa model bisnis inklusif mulai diakui secara global.
Direktur Martha Tilaar Spa, Wulan Maharani Tilaar, menyatakan bahwa esensi dari industri wellness bukan hanya soal perawatan tubuh, melainkan juga menciptakan dampak sosial yang nyata.
Baca juga: Bisnis Wellness Tourism Kian Menjanjikan, Transaksi di 2024 Tembus Rp113 Triliun
“Kami percaya bahwa wellness adalah tentang menciptakan kehidupan yang lebih bermakna. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui peluang kerja yang setara,” ujar Wulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kiprah-tunanetra-di-industri-wellness-OK.jpg)