Bacaan Doa
Doa di Multazam, Tempat Mustajab Berdoa di Antara Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah
Jemaah haji/umrah disunnahkan berdoa di Multazam, yaitu tempat mustajab untuk berdoa di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Berikut contoh doanya.
Ringkasan Berita:
- Multazam adalah tempat mustajab untuk berdoa yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.
- Rasulullah SAW dan para sahabat mencontohkan berdoa dengan penuh khusyuk di tempat ini sebagai bentuk penghambaan dan kedekatan kepada Allah SWT.
- Berdoa di Multazam mengajarkan seorang muslim untuk merendahkan diri, memohon ampunan, serta menggantungkan seluruh harapan hanya kepada-Nya.
TRIBUNNEWS.COM - Multazam adalah tempat yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah di dalam Masjidil Haram.
Tempat ini menjadi salah satu lokasi yang sangat dimuliakan dalam ibadah haji dan umrah karena diyakini sebagai tempat mustajab untuk berdoa.
Secara bahasa, “Multazam” berarti “tempat berpegang” atau “tempat melekat.”
Dinamakan demikian karena para jemaah biasanya menempelkan dada, wajah, dan tangan mereka ke dinding Ka’bah sambil memanjatkan doa dengan penuh khusyuk dan harapan kepada Allah SWT.
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berdiri di Multazam sambil berdoa.
Dari Abdullah bin Umar: “Aku melihat Rasulullah SAW menempelkan dada, wajah, kedua tangan, dan kedua telapak tangannya di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah (Multazam).” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah)
Rasulullah SAW bersabda: "Multazam adalah tempat dikabulkannya do'a, tidak ada satupun doa yang sering hamba panjatkan di Multazam, kecuali akan Allah Kabulkan". (HR Ahmad)
Dari Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Antara rukun Aswad (sudut tempat terdapatnya Hajar Aswad) dan pintu Ka’bah disebut Multazam. Tidak ada orang yang minta sesuatu di Multazam melainkan Allah mengabulkan permintaan itu.” (HR. Al-Baihaqi)
Karena itu, banyak ulama menganjurkan jemaah untuk memperbanyak doa di tempat tersebut apabila memungkinkan dan tidak mengganggu jemaah lain.
Di Multazam, umat Islam biasanya memohon ampunan, keselamatan, kemudahan urusan, hingga berbagai hajat dunia dan akhirat.
Baca juga: Doa di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Tempat Mustajab Berdoa di Kabah
Meski demikian, berdoa di Multazam bukan termasuk rukun atau wajib haji, melainkan amalan sunah yang dianjurkan.
Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca di Multazam. Namun, para ulama menganjurkan memperbanyak doa apa saja karena Multazam termasuk tempat mustajab untuk berdoa.
Mengutip kitab Al-Idhah fi Manasik al-Hajj oleh Imam An-Nawawi, berikut doa di Multazam yang diajarkan oleh para ulama mazhab Syafi’i.
Doa di Multazam
اللَّهُمَّ إِنَّ الْبَيْتَ بَيْتُكَ، وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، حَمَلْتَنِي عَلَى مَا سَخَّرْتَ لِي مِنْ خَلْقِكَ، وَسَيَّرْتَنِي فِي بِلَادِكَ، حَتَّى بَلَّغْتَنِي بِنِعْمَتِكَ إِلَى بَيْتِكَ، وَأَعَنْتَنِي عَلَى أَدَاءِ نُسُكِي، فَإِنْ كُنْتَ رَضِيتَ عَنِّي فَازْدَدْ عَنِّي رِضًا، وَإِلَّا فَمِنَ الْآنَ فَارْضَ عَنِّي قَبْلَ أَنْ تَنْأَىَ عَنْ بَيْتِكَ دَارِي، فَهَذَا أَوَانُ انْصِرَافِي إِنْ أَذِنْتَ لِي، غَيْرَ مُسْتَبْدِلٍ بِكَ وَلَا بِبَيْتِكَ، وَلَا رَاغِبٍ عَنْكَ وَلَا عَنْ بَيْتِكَ، اللَّهُمَّ فَأَصْحِبْنِي الْعَافِيَةَ فِي بَدَنِي، وَالْعِصْمَةَ فِي دِينِي، وَأَحْسِنْ مُنْقَلَبِي، وَارْزُقْنِي طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيْتَنِي، وَاجْمَعْ لِي خَيْرَيِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يَنْفَعُنِي حُبُّهُ عِنْدَكَ، اللَّهُمَّ مَا رَزَقْتَنِي مِمَّا أُحِبُّ فَاجْعَلْهُ قُوَّةً لِي فِيمَا تُحِبُّ، وَمَا زَوَيْتَ عَنِّي مِمَّا أُحِبُّ فَاجْعَلْهُ فَرَاغًا لِي فِيمَا تُحِبُّ.
Allahumma innal-baita baituka, wal-'abda 'abduka, wabnu 'abdika, wabnu amatika, hamaltanii 'alaa maa sakh-kharta lii min khalqika, wa sayyartanii fii bilaadika, hattaa ballaghtanii bini'matika ilaa baitika, wa a'antanii 'alaa adaa'i nusukii, fa in kunta radhita 'annii fazdad 'annii ridhaa, wa illaa faminal-aana fardha 'annii qabla an tan'a 'an baitika daarii, fahadzaa awaannu inshiraafii in adzinta lii, ghaira mustabdilin bika wa laa bibaitika, wa laa raaghibin 'anka wa laa 'an baitika. Allahumma fa-ashhibnil-'aafiyata fii badanii, wal-'ishmata fii diinii, wa ahsin munqalabii, warzuqnii thaa'ataka maa abqaitanii, wajma' lii khairayid-dunyaa wal-aakhirah, innaka 'alaa kulli syai'in qadiir. Allahummarzuqnii hubbaka, wa hubba man yanfa'uunii hubbuhu 'indaka. Allahumma maa razaqtanii mimmaa uhibbu faj'alhu quwwatan lii fiimaa tuhibbu, wa maa zawaita 'annii mimmaa uhibbu faj'alhu faraaghan lii fiimaa tuhibbu.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya rumah ini adalah rumah-Mu, hamba ini adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu. Engkau telah membawaku dengan kendaraan yang Engkau tundukkan untukku dari makhluk-Mu, dan Engkau jalankan aku di negeri-negeri-Mu hingga dengan nikmat-Mu Engkau sampaikan aku ke rumah-Mu ini. Engkau pun membantuku menunaikan ibadahku. Jika Engkau telah ridha kepadaku, maka tambahkanlah keridhaan-Mu kepadaku. Namun jika belum, maka mulai saat ini ridhalah kepadaku sebelum aku meninggalkan rumah-Mu ini. Inilah saat kepergianku jika Engkau mengizinkannya, tanpa berpaling dari-Mu maupun dari rumah-Mu. Ya Allah, sertailah aku dengan kesehatan pada tubuhku, penjagaan pada agamaku, perbaikilah akhir urusanku, berilah aku ketaatan kepada-Mu selama Engkau masih memberiku kehidupan, dan kumpulkanlah bagiku kebaikan dunia dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku cinta-Mu dan cinta orang yang cintanya bermanfaat bagiku di sisi-Mu. Ya Allah, apa yang Engkau berikan kepadaku dari sesuatu yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatan bagiku dalam melakukan apa yang Engkau cintai. Dan apa yang Engkau jauhkan dariku dari sesuatu yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kelapangan bagiku untuk melakukan apa yang Engkau cintai.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-DI-MULTAZAM-34534543wrwe.jpg)