Breaking News:

Kopi Sunyi di Bukit Madugondo

Seorang pria bersarung dan mengenakan hem batik warna biru tersenyum ramah menyambut tetamu yang hadir di rumahnya.

zoom-inlihat foto Kopi Sunyi di Bukit Madugondo
net
Sajian kopi dan camilannya di Kedai Kopi Pak Rohmat

Masih ada satu lagi, kotak kecil berisi empat jenis camilan: Kacang rebus, singkong kukus, tahu isi goreng, dan geblek goreng (makanan kas Kulonprogo semacam cireng, tapi dibentuk seperti angka 8).

"Silakan dinikmati, ini kopi robusta hasil kebun saya sendiri, saya petik sendiri, saya olah sendiri, saya sangrai sendiri, saya haluskan sendiri dan direbus oleh istri saya," kata Pak Rohmat.

Lalu Pak Rohmat dengan senang hati bercerita tentang kebun kopinya yang tidak luas. "Saya hanya punya 300 batang kopi. Dulu setiap panen saya jual ke bakul kopi, atau pengepul. Tetapi belakangan ini, hasil kebun saya terasa kurang untuk memenuhi permintaan kopi dari tamu-tamu di sini," katanya.

Pak Rohmat belakangan ini, semenjak banyak tamu berkunjung ke kedainya, terpaksa membeli kopi milik tetangga. "Jenisnya sama dengan kopi saya, robusta," katanya. Pak Rohmat biasa menyajikan kopi dengan cara direbus, bukan kopi tubruk seperti kedai kopi lain di Jawa.

"Saya belajar dari tamu yang datang ke sini. Dulu saya bikin kopi tubruk, tetapi banyak yang minta direbus. Saya mencicipi, ternyata enak," katanya. Namun, Pak Rohmat juga tetap melayani jika ada yang minta kopi tubruk.

Dengan bangga Pak Rohmat bercerita tentang tetamunya yang datang di kedainya. "Dari hampir semua negara Eropa pernah ada turis datang ke sini," katanya. Pak Rohmat kemudian menyebut satu per satu nama negara di Benua Biru itu.

Turis itu ternyata tidak hanya minum kopi di Kedai Pak Rohmat. Mereka juga membawa pulang kopi bubuk karya Pak Rohmat. "Saya ini sudah jadi eksportir kopi," katanya diikuti tawa terkekeh.

'Teman' minum kopi malam itu, bukan hanya camilan khas pegunungan. Ada suara kambing mengembik dari kandang yang tidak jauh dari gazebo. "Asyik kan?" Pak Rohmat bergurau setiap terdengar kambingnya mengembik.

Bagi penggila kopi yang penasaran, dapat menuju ke lokasi Warung Kopi Menoreh Pak Rohmat di Madugondo melalui jalan Godean Yogyakarta ke arah Barat menuju Kenteng Nanggulan terus ke Dekso hingga ke Boro melintasi turunan namun terus tanjakan ke arah Madugondo.

Usaha Warung Kopi Murni Aseli Menoreh Pak Rohmat tersebut sehari-harinya dibantu Isteri Nurila dan dua puteranya yang dikala luang menyeleksi biji kopi single untuk dijadikan seduhan berkhasiat.

Halaman
123
Penulis: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved