Asyiknya Menyeruput Kopi Langka Asal NTT

Dalam festival dijual juga kopi unggulan, yakni kopi jenis arabica varietas yellow katura yang berasal dari pegunungan tinggi Ngada Bajawa,

Asyiknya Menyeruput Kopi Langka Asal NTT
Warta Kota/Dwi Rizki
Pengunjung Festival Kopi Flores di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (15/9/2016). 

TRIBUNNEWS.COM -- Bertekstur ringan dan tidak terlalu pekat, kopi Flores mungkin terdengar asing bagi masyarakat kebanyakan.

Bukan karena kurang populer, kopi asli Nusa Tenggara Timur (NTT) itu memang jarang ditemukan di pasaran lokal karena termasuk kopi premium asal Indonesia yang diekspor langsung ke mancanegara.

Karena itu, sejumlah pecinta kopi seperti Elizabeth Citra (29) dan Hengki (33) warga Gading Serpong, Tangerang menyempatkan diri dan sengaja datang ke Festival Kopi Flores di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Alasannya untuk melihat langsung kopi unggulan asal Nusa Tenggara Timur tersebut.

"Di medsos sudah ramai soal pameran ini, karena memang kopi Flores ini jarang ada yang jual, habis dipanen langsung ditampung sama pengepul untuk langsung diekspor keluar (mancanegara-red). Jadi kebanyakan kafe-kafe besar itu ambil langsung dari NTT karena saking langkanya," ungkap Eki-sapaan Hengki.

Menurut keduanya yang berpofesi sebagai Barista dari Cafe Twind Gading Serpong, Tangerang, Festival Kopi Flores yang digelar sejak Kamis (15/9/2016) hingga Sabtu (17/9/2016) menjadi jawaban bagi pecinta kopi di Ibukota.

Terlebih dalam festival dijual juga kopi unggulan, yakni kopi jenis arabica varietas yellow katura yang berasal dari pegunungan tinggi Ngada Bajawa, Nusa Tenggara Timur.

"Terus terang saya penasaran, karena yellow katura itu langka dan harga jualnya tinggi. Cirinya bisa dilihat, kalau diroasting, biji kopinya itu utuh sempurna, roastednya juga di angka 65 (aktron-red) atau warna coklat terang. Aromanya juga beda, fruity dan floral, terasa aroma bunganya. Bukan karena diroasting dengan bunga, tetapi karena faktor ketinggian, karena kopi ditanam sekitar 1400 meter di atas permukaan laut," jelas Citra menambahkan.

Sementara itu, terkait harga jual kopi Manggarai yang dijual seharga Rp 50.000 per bungkus isi 200 gram dan Kopi Ngada, Bajawa yang dijual seharga Rp 70.000 per bungkus isi 200 gram, keduanya spontan menjawab terjangkau, apabila melihat kualitas kopi, baik dalam bentuk biji ataupun bubuk. (Dwi Rizki)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved