VIRAL Pesepeda Terjatuh dan Tertabrak Motor, Perhatikan 6 Hal Ini sebelum Gowes di Jalan Raya
Kegiatan bersepeda atau populer disebut gowes yang tengah ngetren di tengah masa pandemi Covid-19 ini perlu dilakukan dengan aman. Ini tipsnya.
TRIBUNNEWS.COM - Kegiatan bersepeda atau populer disebut gowes yang tengah ngetren di tengah masa pandemi Covid-19 ini perlu dilakukan dengan aman.
Akhir-akhir ini beredar sebuah video rekaman CCTV memperlihatkan sebuah kecelakaan antara sejumlah pesepeda dengan sebuah motor di jalan raya.
Tampak empat orang pesepeda membentuk formasi sejajar.
Kemudian, terjadilah senggolan yang menyebabkan dua pesepeda yang berada di tengah terjatuh.
Satu di antaranya kemudian diterjang sepeda motor yang melintas dari belakang.
Lantas bagaimana agar kegiatan gowes aman?
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, Ari Wibowo, mengungkapkan sejumlah kiat agar gowes dapat berjalan dengan aman.
"Menjalani masa pandemi memang harus tetap semangat, untuk itu dengan tujuan menjaga imun, monggo (silakan) apabila ingin bersepeda, namun ada beberapa catatan," ungkap Ari saat dihubungi Tribunnews.com. Senin (22/6/2020).
Baca: Marak Gowes di Masa Pandemi Covid-19, Wujud Sadar Kesehatan atau Hanya Tren? Ini Kata Sosiolog
Berikut 5 hal yang harus diperhatikan agar gowes berlangsung aman.
1. Terapkan Protokol Kesehatan
Ari menyebut di tengah masa pandemi, protokol kesehatan tak boleh dilupakan oleh goweser.
"Protokol kesehatan harus dijalankan, seperti membawa masker dan hand sanitizer," ungkap Ari.
Selain masker, pesepeda juga bisa mengenakan pelindung wajah atau faceshield.
"Juga jaga jarak dan jangan bergerombol di suatu titik," ungkap Ari.
Baca: VIRAL Rombongan Gowes di Semarang Bawa Masuk Sepeda ke Cafe, saat Ditegur: Ini Brompton Lo Mas
2. Tidak Dilakukan secara Massal
Ari mengungkapkan, kegiatan gowes di masa pandemi tidak perlu dilakukan secara massal.
"Gowes tidak perlu dilakukan secara rombongan atau massal," ungkapnya.
Menurut Ari, terlalu banyaknya rombongan pesepada dapat menciptakan kerumunan dan dapat membahayakan jika melintasi jalan raya.
Baca: Sepeda Jadi Trend Baru di Indonesia, 2 Pemain Persija Ungkap Rute Favorit Saat Gowes
3. Hindari Berjajar & Pilih Rute Sepi
Seperti kecelakaan yang viral terjadi akibat pesepeda bersenggolan, Ari mengimbau agar tidak berjajar selama bersepeda.
"Kalau pun ada beberapa orang bersepeda, baiknya berurutan depan belakang, jangan berjejer," ungkapnya.
Ari mengungkapkan berjajar bisa mengurangi kapasitas lebar jalan.
Hal itu dinilai dapat mengganggu pengguna jalan yang lain dan membahayakan para pesepada.
Pesepeda juga diharapkan dapat memilih rute yang sepi agar menambah keamanan.
"Cari rute gowes yang lebih sepi, jangan yang padat," ujarnya.
Baca: Harga Sepeda Lipat di Bawah Rp 5 Juta, Mulai dari Pacific, Unitedbike, hingga Polygon
4. Gunakan Fasilitas Kemanan
Lebih lanjut, Ari mengungkapkan agar pesepeda memperhatikan sejumlah item untuk menambah keamanan dalam bersepeda.
"Gunakan fasilitas keselamatan seperti helm, kemudian lampu depan dan belakang bila bersepeda malam hari," ungkapnya.
Selain itu menggunakan baju yang terang juga menjadi dapat menambah keamanan pesepeda.
Baca: Harga Sepeda Polygon Dibawah Rp 5 Jutaan, Ada MAZE 20, COASTAL20 hingga PREMIER 5
5. Patuhi Peraturan
Ari juga mengungkapkan pesepeda wajib mematuhi peraturan lalu lintas.
Ia kerap menjumpai oknum pesepeda yang tidak patuh terhadap aturan lalu lintas.
Tidak hanya kendaraan bermotor, Ari juga menyebut pesepeda wajib mematuhi peraturan.
"Patuhi rambu-rambu, patuhi lampu merah," ungkapnya.
Selain itu jika jalan yang dilewati memiliki jalur lambat, pesepeda lebih baik menggunakan jalur tersebut," imbuhnya.
Namun apabila jalan tidak memiliki jalur lambat, pesepada lebih baik menggunakan lajur paling kiri.
(Tribunnews.com/Wahyu Gilang P)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-naik-sepeda.jpg)