Kondisi Korban Praktik Dokter Abal-abal Eks Finalis Putri Indonesia, Ingin Cantik Malah Bernanah
Mantan finalis Putri Indonesia perwakilan Riau ini ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan praktik kedokteran kecantikan ilegal.
Ringkasan Berita:
- Mantan finalis Putri Indonesia perwakilan Riau ini ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan praktik kedokteran kecantikan ilegal.
- Ia diduga kuat menjalankan praktik layaknya dokter spesialis kecantikan tanpa memiliki latar belakang pendidikan medis maupun izin resmi sebagai tenaga kesehatan.
- Korban mengalami pendarahan hebat sesaat setelah tindakan facelift selesai dilakukan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jagat media sosial dihebohkan dengan penangkapan seorang wanita berinisial JRF oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.
JRF yang diketahui merupakan mantan finalis Putri Indonesia perwakilan Riau ini ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan praktik kedokteran kecantikan ilegal.
Baca juga: Eks Finalis Putri Indonesia Jadi Dokter Gadungan, 15 Orang Korban Praktik Kecantikan Ilegal
Bukannya mempercantik wajah pasien, tindakan medis yang dilakukan JRF justru berujung petaka.
Tersangka diduga kuat menjalankan praktik layaknya dokter spesialis kecantikan tanpa memiliki latar belakang pendidikan medis maupun izin resmi sebagai tenaga kesehatan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol. Ade Kuncoro mengungkapkan JRF diamankan tim penyidik Subdit IV, Selasa (28/4/2026).
Pihak kepolisian terpaksa menjemput paksa tersangka di kediaman keluarganya yang berlokasi di kawasan Bukit Ambacang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
"Tersangka sebelumnya sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik. Akhirnya kami amankan di Bukittinggi," ujar Ade, Kamis (30/4/2026).
Korban Alami Pendarahan Hebat hingga Bernanah
Kasus ini mencuat setelah seorang korban berinisial NS melapor ke polisi. NS menjalani prosedur facelift dan eyebrow facelift di klinik milik tersangka, yang berlokasi di Jalan Tengku Bey, Pekanbaru, Juli 2025 lalu.
Bukannya mendapatkan wajah kencang dan cantik, NS justru mengalami pendarahan hebat sesaat setelah tindakan selesai dilakukan.
Dampak dari tindakan ilegal JRF sangat mengerikan. Ade menjelaskan korban NS mengalami infeksi serius hingga luka bernanah di bagian wajah dan kepala.
"Korban mengalami luka bernanah, pembengkakan serius, dan harus menjalani operasi lanjutan di Batam. Akibatnya, korban mengalami cacat permanen berupa bekas luka di kulit kepala yang membuat rambut tidak bisa tumbuh lagi," ungkapnya.
Tak hanya itu, terdapat luka memanjang yang membekas di area alis korban sebagai
dampak kegagalan prosedur medis tersebut.
Polisi mengungkap fakta mengejutkan korban JRF bukan hanya satu orang. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya ada 15 orang yang menjadi korban malpraktik JRF.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Perawatan-wajah-dermatologis-OK.jpg)