Jumat, 29 Mei 2026

Belanja Online di Masa Pandemi Covid-19 Dinilai Lebih Efisien

Dampak pandemi Covid-19 ini mengakibatkan sebagian besar aktivitas dilakukan secara daring.

Tayang:
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
BELAJAR ONLINE - Di hari pertama masuk sekolah, Muhammad Azka Husnan, siswa kelas 8 SMP YP IPPI Petojo, Jakarta Pusat, kembali aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar secara online lewat aplikasi google classroom, dari kediamannya, Senin (12/7/2020). Di tengah masa pandemi Covid-19, proses belajar mengajar melalui online diterapkan sebagai pengganti proses belajar secara tatap muka antara siswa dengan para guru untuk menghindari kerumunan guna mencegah penyebaran Covid-19. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM - Dampak pandemi Covid-19 ini mengakibatkan sebagian besar aktivitas dilakukan secara daring.

Tak terkecuali kegiatan belajar yang juga dilakukan secara online. Pembelajaran jarak jauh dilakukan sebagai metode meminimalisir penyebaran Covid-19 di kluster sekolah maupaun universitas.

Langkah ini cukup tepat dilakukan, mengingat instansi pendidikan ini menjadi salah satu yang rawan penyebaran virus karena banyak orang berkumpul secara intens. Penyebaran virus yang kian membabi buta, membuat masyarakat semakin takut keluar rumah.

Menyesuaikan kondisi saat ini, aktivitas jual beli lebih banyak dilakukan secara online. Selain lebih praktis, keamanan juga terjamin. Dari kebutuhan pokok hingga keperluan para pelajar bisa didapatkan secara online.

Baca: Kesal Sang Anak Tidak Ikut Belajar Online, Seorang Ibu Tega Pukul Bocah 10 Tahun dengan Balok Kayu

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam survei sosial demografi dampak Covid-19 mengungkapkan, tren belanja online cenderung naik di masa pandemi, khususnya milenial perempuan lebih banyak belanja lewat online dibanding laki-laki.

Survei juga menyebut, 51 persen belanja online dipakai untuk makanan, kesehatan sebanyak 20 persen, pulsa atau kuota 14 persen, dan sisanya bahan makanan dan listrik.

“Sebanyak 54 dari 100 responden generasi milenial yang berbelanja online selama pandemi Covid-19 adalah perempuan,” tulis BPS dalam keterangan resminya.

Baca: Video Viral Guru Doakan Muridnya Mati saat Mengeluh Belajar Online, Polisi Diminta Usut Kasusnya

Sebelum munculnya wabah Covid-19, belanja online ada untuk memberikan kenyamanan bagi konsumen.

Namun kini telah menjadi metode utama dalam jual beli. Para pedagang yang dulunya tidak membuka pasar online, kini beramai-ramai beralih ke online.

Belanja lewat daring dinilai lebih efektif mencegah tertularnya virus Covid-19. Selain itu, produk yang dicari pun mudah ditemukan.

Calon pembeli bisa mendapatkan banyak rekomendasi produk hanya dalam sekali browsing.

Belanja lewat online juga dinilai lebih efisien dan praktis. Belanja lewat e-Comerse juga memberi banyak keuntungan, misalnya diskon dan flash sale.

Meski lebih banyak milenial, tak dipungkiri para orangtua khususnya ibu juga lebih memilih membelanjakan kebutuhan anak-anaknya lewat daring, karena dirasa lebih aman. Sehingga tak akan membiarkan anak-anaknya terpapar virus Covid-19.

Toko Sigma Stationery bisa menjadi rekomendasi jika membutuhkan perlengkapan pelajar seperti alat tulis, buku, paper, dan kebutuhan pendukung lainnya yang bisa didapat secara online.

Para orangtua maupun pelajar, tak perlu khawatir terpapar virus Covid-19. Sebab, barang yang dikirim akan dilakukan penyemprotan disinfektan baik sebelum maupun sesudah dikemas.

Toko ini terdapat di berbagai e-Commerce dengan nama SigmaStationery

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved