Token Listrik PLN Gagal Terisi? Coba Perhatikan Hal-Hal Berikut
Lantas, bagaimana cara dan produser pengisian token listrik PLN? Simak ulasan berikut ini.
Pemasangan Instalasi yang Salah
Pemasangan instalasi meteran listrik tentu tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Pasalnya, hal ini juga bisa menjadi penyebab dari gagalnya pengisian token listrik. Tidak hanya itu saja, pemasangan instalasi yang tidak tepat juga bisa memicu terjadinya risiko lain yang lebih membahayakan, sebut saja seperti konsleting. Jika ini terjadi pada meteran listrik Anda, tentu Anda perlu segera menghubungi petugas PLN. Untuk menghindari pemasangan instalasi yang salah, hindari mengotak-atik meteran listrik jika memang Anda bukan ahlinya. Namun, bukan tidak mungkin jika hal ini terjadi disebabkan oleh petugas PLN.
Ada Masalah pada Meter Prabayar
Dibandingkan dengan meteran listrik analog, meteran listrik digital yang digunakan pada listrik prabayar diklaim lebih sensitif dan sering mengalami masalah. Bahkan, permasalahan yang muncul pun bisa berbeda-beda, lho. Untuk mengetahui ada tidaknya permasalahan pada meteran, Anda bisa langsung mengecek bagian layar meteran.
Jika muncul kode seperti "Cancel", "Periksa", "Blocked", serta matinya tombol CTL, bisa dipastikan jika meteran listrik Anda mengalami permasalahan. Apabila Anda menemukan kode aneh yang muncul pada meteran, segera hubungi petugas PLN untuk mendapatkan penanganan terbaik. Jika Anda tidak melaporkan permasalahannya ini, proses pengisian token yang nantinya akan Anda lakukan akan otomatis gagal. Untuk itu, sebelum token habis, segera atasi permasalahan yang muncul pada meteran, ya.
Salah Memasukkan Token Listrik
Penyebab lainnya yang membuat token listrik gagal terisi yakni adanya kesalahan pada angka token listrik. Sama halnya dengan kesalahan pada ID meter, kesalahan ini juga bisa membuat token listrik yang Anda beli tidak terisi. Sehingga Anda perlu berhati-hati setiap kali akan menekan tombol angka dalam pengisian token listrik, ya. Pastikan tombol yang Anda tekan berjumlah 20, tidak kurang dan juga tidak lebih. Saat Anda terbukti melakukan kesalahan pencantuman angka, layar meteran akan langsung bertuliskan "Reject".
Jika Anda sudah mendapatkan kode "Reject" satu kali, sebisa mungkin jangan lakukan kesalahan yang kedua. Pasalnya, PLN telah menerapkan sebuah peraturan di mana meteran listrik akan diblokir apabila pengguna melakukan kesalahan pencantuman angka token sebanyak tiga kali. Wah, tentu akan sangat merugikan dan merepotkan jika Anda sampai mengalami blokir hanya karena masalah sepele. Segera hubungi petugas PLN jika meteran listrik Anda mengalami pemblokiran.
kWh Over Limit
Tahukah Anda jika PLN telah menentukan berapa kWh limit yang bisa digunakan oleh setiap penggunanya. Dilakukannya pembatasan ini bertujuan agar pengguna listrik bisa lebih bijak dalam menggunakan listrik setiap bulannya. Boros akan penggunaan listrik tentu tidak baik, bukan? Apabila Anda melakukan pengisian token listrik saat kWh sudah over limit, bisa dipastikan jika proses pengisian token tersebut akan gagal. Jika ini sampai terjadi, lagi-lagi Anda perlu segera menghubungi petugas PLN. Mengingat permasalahan ini tidak akan bisa Anda atasi seorang diri.
Nah, itu tadi faktor penyebab gagalnya pengisian token yang seringkali dialami oleh para pengguna.
Terlepas dari faktor tersebut, akan lebih baik jika Anda bisa menggunakan listrik dengan bijak. Banyak kebiasaan buruk yang disepelekan dan berakibat membuat tagihan listrik membengkak.
Di antaranya seperti lupa mencabut kabel stop kontak listrik, menyalakan lampu di siang hari, menggunakan produk elektronik seperti AC secara berlebihan, mengisi kulkas terlalu penuh, dan masih banyak lagi.
Jika kebiasaan buruk tersebut Anda lakukan secara berulang, tidak heran jika Anda perlu membeli pulsa token listrik secara terus menerus.
Untuk mencegahnya segera hilangkan kebiasaan tersebut dan isi token listrik sesuai dengan kebutuhan Anda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-token-listrik-54536.jpg)