Breaking News:

Stres Saat Isolasi Mandiri? Fisioterapis RSUI Beri Saran Begini

Tak semua pasien positif Covid-19 harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sebagian di antaranya isolasi mandiri di rumah.

Istimewa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menjalani hari keempat isolasi mandiri setelah dinyatakan positif terpapar Covid-19, Senin (4/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Nur Alamsyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tak semua pasien positif Covid-19 harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Ada beberapa pasien positif Covid-19 hanya disarankan isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

Timbul pertanyaan, ketika melakukan isoman apakah mereka tidak merasa suntuk? Bagaimana cara menjaga vitalitas pasien Covid-19 semasa isoman?

Baca juga: Masih Isolasi Mandiri di Rumah, Anang Hermansyah Ungkap Kondisi Terkini Ashanty dan Anaknya

Oka Rahmatika Noviyanti, Str, Ftr (Fisioterapis RSUI) memaparkan terkait dengan tema Badan Sehat Selama Isolasi Mandiri, Kamis, (18/2/2021).

Menurut Oka sebelum melakukan aktifitas fisik seperti olahraga, harus memahami terlebih dahulu kenapa harus melakukan aktifitas fisik dan apa kegunaannya.

Talkshow 4 Awam Special HUT RSUI (Rumah Sakit Universitas Indonesia) bertemakan Lingkungan Bersih dan Badan Sehat Selama Isolasi Mandiri, dengan narasumber Siti Kurnia Astuti, ST, MT (Kepala Unit Sanitasi dan Lingkungan RSUI) dan Oka Rahmatika Noviyanti Str, Ftr (Fisioterapis RSUI), Kamis, (18/2/2021).
Talkshow 4 Awam Special HUT RSUI (Rumah Sakit Universitas Indonesia) bertemakan Lingkungan Bersih dan Badan Sehat Selama Isolasi Mandiri, dengan narasumber Siti Kurnia Astuti, ST, MT (Kepala Unit Sanitasi dan Lingkungan RSUI) dan Oka Rahmatika Noviyanti Str, Ftr (Fisioterapis RSUI), Kamis, (18/2/2021). (Tangkapan layar)

“Sebelum masuk aktifitas fisik yang sebaiknya dilakukan oleh pasien Covid-19 yang melakukan isoman, kita harus tahu dulu kenapa harus melakukan aktifitas fisik. Jadi memang aktifitas fisik atau olahraga itu udah diketahui mempunyai banyak manfaat, bisa mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan mobilitas fungsional, meningkatkan level energi dan tingkat endurance,” ucapnya.

Aktifitas fisik juga dapat menekan risiko penyakit yang dapat menyerang tubuh seseorang khususnya Covid-19 serta menambah kepercayaan diri.

“Bisa menekan beberapa resiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, meningkatkan kesehehatan dan kualitas tidur yang baik serta meningkatkan kepercayaan diri,” ujarnya.

Dia memaparkan beberapa aktifitas fisik yang dapat dilakukan diantaranya seperti latihan pernafasan dan latihan fisik.

“Sebenarnya apasih yang harus dilakukan pasien isoman di rumah, harus tau dulu sebenarnya apa yang lagi dialami terkait penyakitnya karena kita tau secara umum Covid menyerang saluran pernapasan. Jadi memang basicly untuk pasien yang menjalankan isolasi mandiri di rumah itu adalah yang paling utama latihan pernapasan,” ucapnya.

“Kedua latihan fisik, berbagai macam latihan fisik bisa dilakukan sambil tiduran atau rebahan.  Jadi bisa lakukan yang sederhana agar tetap aktif,” tambahnya.

Tak lupa dirinya juga memberikan pesan untuk selalu menjaga kesehatan dan pola pikir untuk selalu menerapkan hidup sehat.

“Jadi jikalau ditanya tentang aktifitas bukan toolsnya tapi niat dan eksekusinya yang sulit,” ujarnya.

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved