Ketahui Aroma Tidak Sedap saat Berhubungan Badan, Berikut Tips Cara Mengatasinya

Pada perempuan terdapat kasus yang tidak mengenakkan pada organ intim. Tiba-tiba saja, saat berhubungan seksual, vagina pasangan memberikan aroma.

Shutterstock
Ilustrasi hubungan badan - Berikut tips mengatasi aroma tak sedap saat berhubungan badan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pada perempuan terdapat kasus yang tidak mengenakkan pada organ intim. Tiba-tiba saja, saat berhubungan seksual, vagina pasangan memberikan aroma tidak sedap sehingga menganggu kenyamanan.

Akibatnya, keinginan pun menjadi buyar dan hasrat pun menghilang. Nyatanya, kasus ini banyak ditemukan. Hal ini diungkapkan oleh Medical Sexology dr. Binsar Martin Sinaga.

Ternyata, berdasarkan literatur, di dalam pengamatan klinis di lapangan, paling besar penyebabnya adalah adanya infeksi di dalam rahim atau endometrium dan sekitarnya.

"Seperti lazimnya tanda infeksi atau peradangan pada tubuh akan mengeluarkan cairan. Seperti halnya infeksi, bisul ada cairan. Ini hampir sama. Keluar cairan yang munkin tidak setiap saat," ungkapnya pada talkshow Edukasi Seksual di Wartakota, Kamis (17/2/2022).

Baca juga: Mau Jadi Ibu yang Bahagia Saat Merawat Balita? Ini Dia Tips Mujarabnya

Waktu berkemih, atau menstruasi mungkin bau itu tidak terasa. Tetapi waktu berhubungan seksual, cairan itu keluar.

Sehingga kalau ada pasangan wanita tiba tiba mengeluarkan bau tidak enak saat hubungan intim, ingin penetrasi ke dalam pasangannya, itu kemungkinan adalah karena adanya peradangan.

Ada beberapa faktor kenapa hal ini bisa terjadi. Pertama, bisa diakibatkan dari alat KB IUD yang ditanam ke dalam rahim.

Kedua, juga paling sering terjadi karena adanya radang kronis yang berada di mulut rahim, atau di dalam rahim sendiri.

Ketiga, bisa saja ada problem atau gangguan yang berada di vagina. Bagaimana cara menghilangkannya?

Baca juga: Suami Alami Ejakulasi Dini, Begini Tips untuk Menjaga Kepuasan Hubungan Seks

Dr Binsar pun menyarankan untuk segera mencabut alat KB IUD tadi. Jika, peradangan memang berasal dari sana.

"Salah satu efek samping dari KB IUD adalah infeksi. Baik dalam endometrium, sampai ke seluruh jaringan. Karena menjalar dari rahim," papar dr Binsar lagi.

Sedangkan jika bau tidak sedap disebabkan oleh radang serviks, maka mulut rahim harus segera diobati. Begitu pun jika ada penyakit keputihan oleh jamur, harus segera diobati.

"Pada intinya kebersihan organ intim wanita harus dijaga. Tidak boleh dibiarkan. Akan merusak keintiman dan seksualitas. Sedangkan untuk angka keberhasilan pengobatan adalah 100 persen, bisa sembuh,"pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved