Kuri, Makanan Elegan Jepang yang Enak Tapi Banyak yang Belum Tahu
Bagi masyarakat Jepang, chesnut merupakan makanan elegan dan kini diupayakan untuk diekspor ke Asia oleh Prefektur Ibaraki.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bagi sebagian orang Eropa, kuri atau chestnuts dianggap sebagai makanan untuk orang miskin. Tapi tidak demikian halnya bagi masyarakat Jepang. Mereka menganggapnya sebagai makanan elegan dan kini diupayakan untuk diekspor ke Asia oleh Prefektur Ibaraki.
"Kuri sangat elegan, kesannya positif di masyarakat Jepang. Kalau makan kuri langsung kaget, 'ah kuri dan seolah merasa tersanjung dapat makanan elegan kuri. Jadi nilai jualnya pun bisa tinggi di Jepang," ujar Saoshiro Shinya, warga Jepang yang bercocok tanam kuri kepada Tribunnews.com, Selasa (10/10/2023).
Saoshiro sebelumnya merupakan seorang creative director yang sangat mencintai Kuri lalu pindah ke kota Kasama di Prefektur Ibaraki tahun 2009.
Di Ibaraki, dia bercocok tanam kuri khususnya jenis Hitomaru yang kecil tapi sangat enak. Dia juga artis dan spesialis membuat Mont Blanc khususnya dari kuri.
"Tiap hari saya makan Kuri tujuh buah saja sudah kenyang rasanya. Kebun kuri saya pun ditanam oleh saya sendiri dibesarkan dan saat panen memang dibantu teman-teman untuk mengambil biji-biji Kuri yang sudah matang," ujarnya.
Sementara Manajer Strategi Kuri dari pemda Kasama Atsushi Fujisaku menekankan ekspansi kuri ini ke luar negeri dan kini memiliki kantor di Taiwan serta penyalur kuri penjualan di Singapura.
"Indonesia pasar yang sangat besar bagus juga untuk kita pasarkan di sana ya," ujarnya dalam obrolan dengan Tribunnews.
Yang menjadi masalah adalah pengiriman lewat kapal satu bulan membuat Kuri mungkin tidak segar lagi meskipun dibekukan di lemari es khusus.
Fujisaku sedang memikirkan bagaimana mengirimkan Kuri yang terbaik ke tempat yang jauh seperti Indonesia di masa depan.
Baca juga: Tiram Hasil Budidaya Provinsi Gyeongnam Korsel Rambah Pasar Indonesia
Kehebatan kuri dari Prefektur Ibaraki memang terkenal di Jepang dan sebagai produsen terbanyak di Jepang saat ini terutama di Tsukuba dan Kasam, selain kota-kota lain yang ada di Jepang seperti Tanzawa dan Ginyo.
Menurut Fujisaku, kuri kemungkinan awalnya dibudidayakan di Aomori, bagian utara Jepang sekitar era Jomon atau sekitar 9.000 tahun lalu.
Budidayanya kemudian menyebar lebih lanjut ke seluruh wilayah di Jepang.
Budidaya kastanye atau kuri dimulai lebih dari 5.000 tahun yang lalu selama periode Jomon, dan penemuan reruntuhan Sannai-Maruyama di Prefektur Aomori mengungkapkan bahwa orang-orang pada waktu itu menanam pohon kastanye dan menggunakannya sebagai sumber makanan yang stabil.
Produksi dalam negeri Jepang pada puncaknya sempat melebihi 60.000 ton, dan saat ini sekitar 20.000 ton per tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/budidaya-kuri.jpg)