Selasa, 21 April 2026

Bacaan Doa

Doa setelah Sholat Fajar, Qobliyah Subuh 2 Rakaat yang Dianjurkan Rasulullah

Doa setelah sholat fajar atau qobliyah subuh dibaca untuk memohon rezeki dari Allah. Rasulullah menganjurkan umatnya mengerjakan sholat sunah ini.

|
befungky/Tribunnews
DOA QOBLIYAH SUBUH - Gambar dibuat di befungky, Senin (20/10/2025). Doa setelah sholat fajar atau qobliyah subuh dibaca untuk memohon rezeki dari Allah. Rasulullah menganjurkan umatnya mengerjakan sholat sunah ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Sholat fajar atau sholat qobliyah subuh merupakan sholat sunah dua rakaat yang dikerjakan sebelum melaksanakan sholat subuh.

Dalam riwayat disebutkan bahwa Rasulullah menganjurkan untuk melakukan sholat fajar pada waktu dingin yaitu pada waktu subuh.

Dari Abu Musa (al-Asy‘ari) radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallāhu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa mengerjakan shalat pada dua waktu dingin, maka dia akan masuk surga." (HR. Bukhari no. 540, Muslim no. 635)

Dari Umar bin Khattab: "Aku hafal dari Rasulullah sepuluh rakaat (shalat sunnah rawatib): dua rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Maghrib di rumahnya, dua rakaat sesudah Isya di rumahnya, dan dua rakaat sebelum Subuh." (HR. Bukhari no. 1180, Muslim no. 729)

Dalam riwayat lain, Rasulullah menggambarkan keutamaan sholat fajar adalah lebih baik daripada dunia seisinya.

Rasulullah bersabda: “Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725)

Setelah mengerjakan sholat fajar dapat dilanjutkan dengan berdoa, kemudian melaksanakan sholat subuh.

Keutamaan mengerjakan sholat fajar yaitu menyempurnakan sholat subuh, menambah pahala, dan dicintai Allah.

Doa setelah Sholat Fajar

اللّهُمَّ بارِكْ لِي فِي أَوْقَاتِي، وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رِزْقِكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Allāhumma bārik lī fī awqātī, waftah lī abwāba rizqik, waj‘alnī min ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah waktuku, bukakanlah pintu rezeki-Mu untukku, dan jadikanlah aku termasuk hamba-Mu yang saleh.”

Baca juga: Doa Wirid setelah Sholat, Langkah Sederhana Raih Pahala Setiap Hari

Selain itu, dapat juga membaca doa yang umum dibaca setelah sholat:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allāhumma Antas-Salām, wa minkas-Salām, tabārakta yā Dzal-Jalāli wal-Ikrām.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera dan dari-Mu datangnya kesejahteraan. Maha Berkah Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.” (HR. Muslim no. 591)

Dalam buku Misteri Kedua Belah Tangan dalam Salat, Zikir, dan Doa karya Badruddin Hasyim Subky, disebutkan doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah sholat fajar.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ تَهْدِي بِهَا قَلْبِي، وَتَجْمَعُ بِهَا شَمْلِي، وَتَلُمُّ بِهَا شَعَثِي، وَتَرُدُّ بِهَا الْفِتَنَ عَنِّي، وَتُصْلِحُ بِهَا دِينِي، وَتَحْفَظُ بِهَا غَائِبِي، وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِي، وَتُزَكِّي بِهَا عَمَلِي، وَتُبَيِّضُ بِهَا وَجْهِي، وَتُلْهِمُنِي بِهَا رُشْدِي، وَتَعْصِمُنِي بِهَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ.

Allāhumma innī as’aluka raḥmatan min ‘indika tahdī bihā qalbī, wa tajma‘u bihā syamlī, wa talummu bihā sya‘tsī, wa taruddu bihā al-fitana ‘annī, wa tuṣliḥu bihā dīnī, wa taḥfaẓu bihā ghā’ibī, wa tarfa‘u bihā syāhidī, wa tuzakkī bihā ‘amalī, wa tubayyiḍu bihā wajhī, wa tulhimunī bihā rusydī, wa ta‘ṣimunī bihā min kulli sū’.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon rahmat dari sisi-Mu yang dapat menuntun hatiku, menghimpun harapan baikku, membersihkan dosa-dosaku, menjauhkan fitnah dariku, menyelesaikan segala urusan agamaku, melindungiku ketika aku tidak terlihat, meninggikan derajatku ketika aku tampak, membersihkan amalanku, mencerahkan wajahku, memberi ilham dengan ilmu-Mu, dan melindungiku dari setiap kejahatan.”

اللَّهُمَّ أَعْطِنِي إِيمَانًا صَادِقًا وَيَقِينًا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ، وَرَحْمَةً أَنَالُ بِهَا شَرَفَ كَرَامَتِكَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْفَوْزَ عِنْدَ الْقَضَاءِ، وَمَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ، وَعَيْشَ السُّعَدَاءِ، وَالنَّصْرَ عَلَى الْأَعْدَاءِ، وَمُرَافَقَةَ الْأَنْبِيَاءِ.
اللَّهُمَّ إِنِّي أُنْزِلُ بِكَ حَاجَتِي، وَإِنْ ضَعُفَ رَأْيِي وَقَلَّتْ حِيلَتِي وَقَصُرَ عَمَلِي وَافْتَقَرْتُ إِلَى رَحْمَتِكَ، فَأَسْأَلُكَ يَا كَافِيَ الْأُمُورِ وَيَا شَافِيَ الصُّدُورِ، كَمَا تَجِيرُ بَيْنَ الْبُحُورِ، أَنْ تُجِيرَنِي مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ، وَمِنْ دَعْوَةِ الثُّبُورِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْقُبُورِ.

Allāhumma a‘ṭinī īmānan ṣādiqan wa yaqīnan laisa ba‘dahu kufrun, wa raḥmatan anālu bihā syarafa karāmatika fīd-dunyā wal-ākhirah.
Allāhumma innī as’aluka al-fawza ‘indal-qaḍā’, wa manāzila asy-suhadā’, wa ‘aysha as-su‘adā’, wa an-naṣra ‘alal-a‘dā’, wa murāfaqata al-anbiyā’.
Allāhumma innī unzilu bika ḥājati, wa in ḍa‘ufa ra’yī wa qallat ḥīlatī wa qaṣura ‘amalī wa iftaqartu ilā raḥmatika, fa as’aluka yā kāfiyal-umūr wa yā syāfiyas-ṣudūr, kamā tujīru baynal-buḥūr, an tujīranī min ‘adhābis-sa‘īr, wa min da‘wati ath-thubūr, wa min fitnati al-qubūr.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku keimanan yang mendalam, keyakinan yang tidak disertai kekufuran, dan rahmat agar aku mendapatkan kedudukan yang mulia baik di dunia maupun di akhirat. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keberuntungan saat maut (al-qadā’), kedudukan para syuhada, kehidupan yang membahagiakan, pertolongan melawan musuh-musuh-Mu, dan kebersamaan bersama para nabi. Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan hajatku kepada-Mu, meskipun pikiranku lemah, usahaku sedikit, dan amalanku kurang, namun aku sangat membutuhkan rahmat-Mu. Maka aku memohon kepada-Mu, wahai Zat Yang Mencukupkan segala urusan dan wahai Penyembuh hati, sebagaimana Engkau menjaga air di lautan, peliharalah aku dari siksa neraka Sa‘ir, dari doa yang sia-sia, dan dari fitnah kubur.”

Keistimewaan Waktu Fajar

Dalam Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili, disebutkan beberapa keistimewaan waktu fajar dalam Surah Al-Fajr.

  • Waktu Terbaik Untuk Bersedekah

Surah Al-Fajr berisi anjuran memuliakan anak yatim dan saling memberi makan kepada orang miskin.

Dalam riwayat disebutkan bahwa malaikat mendoakan orang yang bersedekah pada waktu pagi.

“Telah menceritakan kepada kami Ismail berkata, telah menceritakan kepada saya saudaraku dari Sulaiman dari Mu'awiyah bin Abu Muzarrid dari Abu Al Hubab dari Abu Hurairah radliallahu'anhu bahwa Nabi SAW bersabda: “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; “Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya”, sedangkan yang satunya lagi berkata; “Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” (HR. Bukhari No. 1443)

  • Waktu Diturunkannya Nabi Isa

Dalam Surat Al-Fajr ayat 21, disebutkan tentang hari kiamat, termasuk turunnya Nabi Isa As ke Bumi pada waktu fajar.

Nabi Isa As akan turun untuk membawa umat manusia kepada kebenaran setelah disesatkan oleh Dajjal pada akhir zaman.

  • Waktu Yang Penuh Ketenangan dan Balasan Surga

Allah memanggil jiwa-jiwa yang tenang pada waktu fajar, sebagaimana dalam firman-Nya:

"Hai jiwa yang tenang." (QS. Al-Fajr: 27)

Ayat tersebut bermakna bahwa orang-orang yang bangun pada waktu fajar diliputi ketenangan untuk mengerjakan apa pun.

  • Bercermin Dari Rasulullah Dan Salafusshalih

Rasulullah semasa hidupnya selalu mengerjakan sholat fajar bahkan ketika sedang safar.

Dari ‘Aisyah radhiyallāhu ‘anhā: “Rasulullah tidak pernah meninggalkan dua rakaat sebelum shalat Subuh ataupun dua rakaat setelah Asr, baik dalam keadaannya di rumah maupun dalam safar.” (HR. Bukhari)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved