Kelas Menengah RI Lebih Mengejar Ketenangan Batin Ketimbang Status Sosial
Kelas menengah Indonesia tidak lagi sekadar mengejar status sosial, tetapi fokus pada keseimbangan hidup, ketenangan batin dan kestabilan emosional.
Rian Prabana, Senior Director of Strategy Hakuhodo International Indonesia sekaligus Head of Sei-katsu-sha Lab bilang, penelitian ini memperlihatkan fase kedewasaan baru dalam perilaku konsumen kelas menengah.
“Mereka tidak lagi sekadar mencari aspirasi, tetapi juga keseimbangan. Brand perlu memahami sisi emosional ini yang sering tidak tergambarkan lewat angka statistik,” jelas Rian.
Kelas menengah kini lebih fokus pada makna hidup, martabat, dan hubungan sosial yang sehat dan mulai menggeser orientasi konsumsi dari “look good” menjadi “feel good”.
Kelas menengah Indonesia menilai, kesuksesan dari kemampuan bertahan dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Berimplikasi ke Dunia Pemasaran
Kelas menengah Indonesia kini menilai merek (brand) bukan hanya dari nilai aspiratif, tetapi juga dari kemampuan brand menghadirkan rasa stabil, tenang dan relevan dalam kehidupan mereka.
“Bagi para pemasar, ini adalah ajakan untuk mengubah pendekatan, bukan lagi sekadar menjual mimpi, tetapi menghadirkan makna dan kestabilan," kata David.
Hasil studi ini menegaskan bahwa kelas menengah Indonesia kini tumbuh menjadi kelompok yang lebih dewasa secara emosional dan sosial.
Kelas menengah Indonesia memaknai kemajuan sebagai pencapaian materi semata, melainkan sebagai perjalanan menuju kestabilan, makna, dan ketenangan hidup.
Bagi pelaku bisnis dan pemasar, mereka harus membangun hubungan yang lebih relevan dan bermakna dengan konsumen kelas menengah Indonesia di tahun-tahun mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Studi-kelas-menengah-RI.jpg)