Bacaan Doa
Doa Ketika Sedang Sakit untuk Diri Sendiri dan Adab yang Perlu Diketahui
Setiap muslim dianjurkan untuk berdoa ketika sakit dan memohon kesembuhan dari Allah Swt. Selain itu, ada adab yang perlu diketahui orang yang sakit.
Ringkasan Berita:
- Doa ketika sedang sakit dapat dibaca untuk kesembuhan diri sendiri mau pun orang lain.
- Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, Rasulullah Saw mengajarkan doa memohon kesembuhan.
- Selain itu, ada doa lain yang dapat dibaca untuk mempermudah kesembuhan.
TRIBUNNEWS.COM - Seseorang yang sakit tentu berharap agar lekas sembuh dengan melakukan usaha dan doa.
Seorang muslim apabila sakit dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah Swt dan memohon kesembuhan.
Dalam satu hadis disebutkan bahwa Rasulullah mengajarkan doa memohon kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.
Dari Aisyah r.a, Rasulullah Saw bersabda: "Dengan nama Allah. Ya Allah hilangkanlah penderitaan ini. Ya Allah Tuhannya manusia, sembuhkanlah. Engkau Maha Penyembuh. Tidak ada yang dapat menyembuhkan selain Engkau. Sesungguhnya hamba mohon kesehatan kepadaMu". (HR. Ahmad dan Nasa'i)
Kemenag menulis doa-doa kesembuhan bagi orang sakit dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari.
Selain itu, doa-doa tersebut dapat ditemukan dalam buku Bimbingan Ibadah Bagi Orang Sakit yang disusun RSU Islam Klaten.
Doa Ketika Sedang Sakit
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ، أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ
Allahmumma rabba an-naasi adzhibil ba'sa isyfi antas syaafi laa syaafiya illa anta, allaahumma innii as 'alukal 'aafiyah
Artinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah hilangkanlah penderitaan ini. Ya Allah Tuhannya manusia, sembuhkanlah. Engkau Maha Penyembuh. Tidak ada yang dapat menyembuhkan selain Engkau. Sesungguhnya hamba mohon kesehatan kepadaMu". (HR. Ahmad dan Nasa'i)
Baca juga: Doa Ketika Takut dan Gelisah, Jadi Penjaga Hati dari Segala Keburukan
Doa Setelah Minum Obat
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي كَفَانَا وَأَرْوَانَا غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مَكْفُورٍ
Alhamdulillaahi al-ladzi kafaanaa wa arwaanaa ghaira makfiiyyi wa laa makfuuri
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami kecukupan dan kepuasan yang sempurna dan tidak tertolak dari rahmatNya". (HR. Bukhari)
Doa Ketika Mengobati Luka
يَا ذَا النَّبْتِ الْمَنْبُتِ، مُتْ فِي بَدَنِي مَنْ يَمُوتُ، بِقُدْرَةِ الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ
Yā dzan-nabti al-manbūti, mut fī badanī man yamūtu, biqudratil-ḥayyil-ladzī lā yamūtu
Artinya: "Wahai Pemilik sesuatu yang tumbuh (bisul atau lainnya) hilangkanlah apa yang ada di badanku (sesuatu) yang mestinya hilang dengan keagunganMu, wahai Zat yang Maha Hidup serta Maha Kekal."
Doa Nabi Ayyub saat Sakit
رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Rabbi innî massaniya adh-dhurru wa anta arhamur râhimîn.
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83)
Adab Seorang Muslim Ketika Sakit
Seorang muslim yang sedang sakit sebaiknya tidak banyak mengeluh dengan keadaannya.
Hal ini karena orang yang sedang sakit mendapat hikmah bahwa Allah Swt akan menghapus dosa-dosanya jika ia sabar dengan sakitnya.
Selain itu, ada adab lain yang perlu diketahui bagi mereka yang sedang sakit, seperti dijelaskan dr Mukhlis Nurtaufiq dalam laman Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI.
1. Sabar dan Ikhlas Menerima Ujian
Saat sakit, seseorang dianjurkan untuk bersabar dan meyakini bahwa penyakit adalah ujian dari Allah SWT untuk melihat kualitas amal hamba-Nya.
“Dia yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk [67]: 2).
Dengan keyakinan ini, orang yang sakit tidak akan marah atau kecewa terhadap takdir.
Justru rasa sakit dapat menjadi sarana memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
2. Berobat Sebagai Bentuk Ikhtiar
Meskipun sakit adalah takdir, Islam menganjurkan untuk berobat.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya. Maka berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram.” (HR. Ad-Daulabi).
Artinya, usaha untuk mencari kesembuhan adalah bagian dari ketaatan, karena Allah memberi kesembuhan melalui ikhtiar yang dilakukan.
3. Berobat kepada Ahlinya dan Menghindari Perdukunan
Orang yang sakit dianjurkan mencari pengobatan dari ahlinya, seperti dokter atau terapis yang kompeten.
Rasulullah bersabda, “Tidaklah Allah menurunkan satu penyakit pun melainkan Allah turunkan pula obat baginya. Telah mengetahui orang-orang yang tahu, dan orang yang tidak tahu tidak akan mengetahuinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pengobatan yang mengandung unsur syirik seperti perdukunan harus dijauhi.
Dari Mu’awiyah ibnul Hakam, dia berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku baru saja meninggalkan masa jahiliah. Dan sungguh Allah telah mendatangkan Islam. Di antara kami ada orang-orang yang mendatangi para dukun’.” Rasulullah bersabda, “Janganlah engkau mendatangi mereka (para dukun).” (HR. Muslim)
Jika sakit semakin berat, tidak dianjurkan meminta kematian, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis.
Dari Anas dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah salah seorang kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya. Apabila memang harus melakukannya, maka hendaknya dia berdoa: ‘Ya Allah, hidupkanlah aku bila kehidupan itu adalah kebaikan bagiku dan wafatkanlah aku jika itu kebaikan bagiku”(HR. Muttafaqun ‘alaih)
4. Menyelesaikan Amanat dan Meminta Maaf
Jika seseorang memiliki tanggungan, amanah, atau pernah berbuat salah, hendaknya segera diselesaikan atau meminta maaf. Jika tidak mampu, ia dianjurkan berwasiat.
Allah berfirman, “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (QS.Al-Mu`minuun [23]: 8).
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah Saw menjelaskan setiap muslim wajib mengganti kezaliman yang dilakukannya kepada saudaranya dengan apa yang ia miliki atau meminta maaf.
Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa berbuat kezaliman terhadap saudaranya, baik pada harga dirinya atau sesuatu yang lain, hendaknya dia minta agar saudaranya itu menghalalkannya (memaafkannya) pada hari ini, sebelum (datangnya hari) yang tidak ada dinar maupun dirham. Apabila dia memiliki amal salih, akan diambil darinya sesuai kadar kezalimannya (lalu diberikan kepada yang dizaliminya). Apabila dia tidak memiliki kebaikan-kebaikan, akan diambil dari kejelekan orang yang dizalimi lalu dipikulkan kepadanya.” (HR. Bukhari)
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-KETIKA-SAKIT-345265236.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.