Bacaan Doa
Doa Ketika Ziarah Kubur dan Urutan Bacaannya, Muslim Perlu Tahu
Ketika ziarah kubur, seorang muslim/muslimah dianjurkan untuk berdoa dan mengingat kematian. Selain itu, perlu mengetahui adab ketika ziarah kubur.
Ringkasan Berita:
- Muslim/muslimah diperbolehkan untuk melakukan ziarah kubur.
- Tujuan ziarah kubur adalah mendoakan orang yang meninggal dunia dan mengingat kematian.
- Ziarah kubur dengan tujuan seperti mencari wangsit, mengkramatkan orang yang meninggal, dan sejenisnya tidak diperbolehkan karena menuju pada perbuatan menyekutukan Allah Swt.
TRIBUNNEWS.COM - Ziarah kubur merupakan kegiatan mendoakan orang yang sudah meninggal dunia.
Ziarah kubur dilakukan dengan mendatangi kuburan orang yang akan didoakan dan sebagai bentuk silaturahmi dengan mereka yang telah tiada di dunia.
Doa ziarah kubur bermanfaat bagi mereka yang berada di alam kubur, terutama doa-doa baik dan keselamatan dari siksa kubur.
Rasulullah Saw mengizinkan bagi muslim untuk melakukan ziarah kubur dengan tujuan mendoakan mereka yang telah meninggal dan mengingat kematian.
"Dahulu saya melarang menziarahi kubur, adapun sekarang berziarah ke sana, karena yang demikian itu akan mengingatkanmu akan hari akhirat." (HR. Ahmad, Muslim, dan Ashabus Sunan)
Kementerian Agama Republik Indonesia menulis doa ziarah kubur dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari dengan bacaan sebagai berikut.
Doa Ziarah Kubur
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَهْلِ الْقُبُورِ، السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
Allahummaghfir li-ahli al-qubūr. As-salāmu ‘alaikum ahla ad-diyāri minal mu’minīna wal-muslimīn, wa innā in syā’ Allāhu bikum lāhiqūn, nas’alullāha lanā wa lakumul ‘āfiyah.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah penghuni kubur. Semoga keselamatan tercurah atas kalian, wahai penghuni kampung (kubur) dari kaum mukminin dan muslimin. Sungguh kami insya Allah akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian.” (HR. Muslim)
Baca juga: Doa Ziarah Kubur Orang Tua, Bentuk Bakti dan Minta Maaf setelah Mereka Tiada
Doa Ziarah Kubur versi Lain
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّينَ، وَاخْلُفْهُ فِي عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِينَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ
Allāhummaghfir lahu, warfa‘ darajatahu fil-mahdiyyīn, wakhlufhu fī ‘aqibihi fil-ghābirīn, waghfir lanā walahu yā Rabbal-‘ālamīn, wafsah lahu fī qabrihi, wanawwir lahu fīhi.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, angkatlah derajatnya di tengah orang-orang yang mendapat petunjuk, dan jadikan dia sebagai pelindung bagi keturunannya yang masih hidup. Ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan semesta alam. Lapangkanlah kuburnya, dan terangilah tempat peristirahatannya." (HR. Muslim)
*) Untuk ahli kubur perempuan, lafal hu diganti menjadi ha. Untuk ahli kubur laki-laki, menggunakan lafal hu.
Urutan Doa Ziarah Kubur
Dalam buku Panduan Ziarah Kubur oleh Sutejo Ibnu Pakar, disebutkan doa-doa yang dibaca ketika ziarah kubur.
1. Mengucap salam kepada ahli kubur/orang yang telah meninggal dunia
السَّلَامُ عَلَىٰ أَهْلِ الدِّيَارِ، مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، أَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ، وَنَحْنُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ
Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr, minal mu’minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyâallâhu bikum lâhiqûn.
Artinya: "Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu."
2. Membaca Surat-surat Al-Qur'an
Surat Al-Qadar (7 kali)
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ﴿١﴾ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ﴿٢﴾ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿٣﴾ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ﴿٤﴾ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ ﴿٥﴾
Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr (1), wa mā adrāka mā lailatul-qadr (2). Lailatul-qadri khairun min alfi syahr (3). Tanazzalul-malāikatu war-rūḥu fīhā bi idzni rabbihim min kulli amr (4). Salāmun hiya ḥattā maṭla‘il-fajr (5).
Artinya: "(1) Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. (2) Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?. (3) Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (4) Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (5) Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.
Surat Al-Fatihah (3 kali)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm (1). Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn (2). Ar-raḥmānir-raḥīm (3). Māliki yaumid-dīn (4). Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn (5). Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm (6). Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn (7).
Artinya: "(1) Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. (3) Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (4) Pemilik hari pembalasan. (5) Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. (6) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (7) yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat."
Surat Al-Falaq (3 kali)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾
Qul a‘ūdzu birabbil-falaq (1). Min syarri mā khalaq (2). Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab (3). Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad (4). Wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad (5).
Artinya: "(1) Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,” (2) dari kejahatan makhluk-Nya, (3) dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (4) dan dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul, (5) serta dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."
Surat An-Nas (3 kali)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾
Qul a‘ūdzu birabbin-nās (1). Malikin-nās (2). Ilāhin-nās (3). Min syarril-waswāsil-khannās (4). Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās (5). Minal-jinnati wan-nās (6).
Artinya: "(1) Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan manusia,” (2) Raja manusia, (3) Sembahan manusia, (4) dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, (5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (6) dari golongan jin dan manusia."
Surat Al-Ikhlash (3 kali)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
Qul huwallāhu aḥad (1). Allāhuṣ-ṣamad (2). Lam yalid wa lam yūlad (3). Wa lam yakun lahu kufuwan aḥad (4).
Artinya: "(1) Katakanlah, “Dialah Allah Yang Maha Esa.” (2) Allah tempat bergantung segala sesuatu. (3) Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. (4) Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya."
Ayat Kursi (3 kali)
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatun wa lā naum, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi idznih, ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’in min ‘ilmihī illā bimā syā’, wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi, Maha Agung."
3. Membaca doa ziarah
4. Membaca doa untuk diri sendiri dan orang yang diziarahi.
Adab Ziarah Kubur
- Sebaiknya berwudhu terlebih dahulu sebelum berangkat ke makam untuk berziarah.
- Saat tiba di makam, ucapkan salam dan bacalah doa untuk ahli kubur.
- Ziarah dilakukan dengan sikap sopan, tenang, penuh hormat, dan khusyuk.
- Jadikan ziarah sebagai sarana mengambil pelajaran, terutama untuk mengingat kematian dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat, serta tidak berlebihan mencintai dunia.
- Jangan duduk di atas nisan atau melangkahi kuburan karena hal tersebut dapat menyakiti dan tidak menghormati mayit.
- Hindari ucapan dan perbuatan yang tidak pantas, seperti meratap atau menangis berlebihan. Namun, menangis secara wajar karena teringat kebaikan mayit masih diperbolehkan.
- Gunakan pakaian muslim atau muslimah yang sopan, longgar, tidak transparan, dan menutup aurat.
- Jangan berkata buruk atau mencela orang yang telah meninggal.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-ZIARAH-KUBUR-45234526553.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.