Jumat, 1 Mei 2026

Bacaan Doa

Doa agar Mampu Membayar Utang dan Terhindar dari Azab di Akhirat

Setiap Muslim yang memiliki utang wajib untuk membayarnya. Rasulullah SAW. mengingatkan bahwa utang yang tidak dilunasi akan dibawa hingga akhirat.

Tayang:
Tribunnews.com
DOA MEMBAYAR UTANG - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Jumat (1/5/2026). Setiap Muslim yang memiliki utang wajib untuk membayarnya. Rasulullah SAW. mengingatkan bahwa utang yang tidak dilunasi akan dibawa hingga akhirat. 

Ringkasan Berita:
  • Utang dalam Islam adalah tanggung jawab yang wajib segera dilunasi karena dapat memengaruhi ketenangan hidup dan keadaan di akhirat.
  • Seorang Muslim dianjurkan berikhtiar dan berdoa agar dimudahkan membayar utang, disertai niat kuat dan kejujuran.
  • Orang yang berutang wajib menjaga amanah, tidak menunda pembayaran, serta tidak meremehkan utang.
  • Orang yang lalai melunasi utang terancam pahalanya akan berkurang, tertahan di akhirat, dan terhalang dari kesempurnaan balasan surga.

TRIBUNNEWS.COM - Utang sering menjadi beban yang tidak hanya terasa secara finansial, tetapi juga memengaruhi ketenangan hati dan pikiran.

Dalam Islam, melunasi utang adalah kewajiban yang harus disegerakan.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jiwa seorang mukmin tergantung dengan utangnya sampai utang tersebut dilunasi.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Dalam hadis lain juga menyebutkan bahwa utang manusia tetap menjadi tanggungjawabnya hingga utang tersebut dilunasi.

Dari Abdullah bin Amr RA, Rasulullah SAW bersabda: “Diampuni bagi orang yang mati syahid semua dosanya kecuali utang.” (HR. Muslim)

Agar bisa melunasi utang, setiap Muslim dianjurkan untuk berikhtiar serta memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Salah satu ikhtiar tersebut adalah dengan membaca doa agar dimudahkan dalam membayar utang, disertai usaha yang sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan.

Mengutip buku Kitab Doa Harian Rasulullah oleh A.R. Shohibul Ulum, berikut ini doa agar mampu membayar utang.

Doa Agar Mampu Membayar Utang

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

...Allaahumma maalikal-mulki tuktiil-mulka man tas-yaa-u watanzi'ul-mulka mimman tasyaa-u watu'izzu man tasyaa-u watudzillu man tasyaa-u biyadikal-khayru innaka 'alaa kulli syay-in qadiir. Tuulijul-layla fiin-nahaari watuulijun-nahaara fil-layli watukhrijul-hayya minal-mayyiti watukhrijul-mayyita minal-hay-yi watarzuqu man tasyaa-u bighayri hisaab.

Artinya: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan ke-rajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Se-sungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)." (QS. Ali Imran [3]: 26-27)

Baca juga: Doa Mohon Dijauhkan dari Siksa Neraka yang Pedih dan Kekal

Doa Mohon Limpahan Rezeki

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

...rabbi innii limaa anzalta ilayya min khayrin faqiir.

Artinya: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu ke-baikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS. Al-Qashash [28]: 24)

Etika Ketika Berutang

Mengutip laman Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, berikut ini etika bagi orang yang berutang.

1. Berniat kuat untuk melunasi

Orang yang berutang harus memiliki niat sungguh-sungguh untuk mengembalikan utangnya, bukan untuk menghindar atau menipu.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa mengambil harta manusia dengan niat akan melunasinya, maka Allah akan membantunya…” (HR. Bukhari)

2. Tidak menunda pembayaran jika mampu

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved