Senin, 11 Mei 2026

Bacaan Doa

Doa Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan dan Langkahnya

Artikel ini memuat doa niat puasa Rajab sekaligus Qadha Ramadhan, dan hal-hal yang dapat dilakukan saat berpuasa.

Tayang:
Editor: Sri Juliati
Tribunnews.com
DOA GANTI PUASA - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky, Senin (29/12/2025). Artikel ini memuat doa niat puasa Rajab sekaligus Qadha Ramadhan, dan hal-hal yang dapat dilakukan saat berpuasa. 
Ringkasan Berita:
  • Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada bulan Rajab.
  • Muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadhan sebaiknya segera menggantinya dengan berpuasa.
  • Bagi yang ingin mengganti utang puasa Ramadhan di bulan Rajab dapat menggabungkan niatnya dengan puasa sunah.

TRIBUNNEWS.COM - Meningkatkan ibadah pada bulan Rajab merupakan salah satu anjuran bagi umat Islam.

Bulan Rajab adalah salah satu bulan mulia bagi muslim selain bulan Muharram, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.

Pada bulan mulia ini, Allah Swt memerintahkan hamba-Nya untuk tidak menganiaya diri sendiri.

“Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan itu, dan perangilah kaum musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36)

Meski merupakan bulan mulia, tidak ada ibadah khusus yang diistimewakan pada bulan Rajab seperti puasa sunah Rajab.

Puasa sunah yang dilakukan pada bulan Rajab sama seperti puasa sunah pada bulan lainnya, yaitu puasa Senin, puasa Kamis, puasa Ayyamul Bidh dan puasa Daud.

Bagi muslim yang ingin berpuasa sunah pada bulan Rajab dan sekaligus berniat mengganti utang puasa Ramadhan, dapat membaca niat di bawah ini, dikutip dari BAZNAS.

Doa Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ مَعَ سُنَّةِ رَجَبَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin ‘an qadha’i fardhi Ramadhana ma‘a sunnati Rajaba lillahi ta‘ala.

Artinya: “Saya berniat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban Ramadhan sekaligus sunnah Rajab karena Allah Ta‘ala.”

Baca juga: Niat Puasa Qadha Ramadhan untuk Mengganti Utang Puasa Ramadhan: Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Niat Puasa Qadha Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

Cara Mengganti Utang Puasa Ramadhan

BAZNAS Jawa Barat menjelaskan beberapa hal yang dapat dilakukan muslim agar qadha Ramadhan menjadi lebih bermanfaat.

1. Menentukan Hari Puasa Qadha

Puasa qadha Ramadhan boleh dilakukan di hari apa saja di luar bulan Ramadhan, selama bukan hari yang dilarang untuk berpuasa.

Hari yang tidak boleh digunakan untuk puasa antara lain:

  • 1 Syawal (Idul Fitri)
  • 10 Dzulhijjah (Idul Adha)
  • Hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah)

Pilih hari yang benar-benar memungkinkan secara fisik dan mental agar puasa dapat dijalani dengan baik dan khusyuk.

2. Melafalkan Niat di Malam Hari

Puasa qadha termasuk puasa wajib, sehingga niat harus dilakukan sejak malam hari, yaitu sejak setelah maghrib hingga sebelum subuh.

Niat cukup dilakukan di dalam hati, tidak harus dilafalkan dengan suara. Namun melafalkan niat diperbolehkan untuk membantu menghadirkan kesungguhan hati.

3. Makan Sahur

Sahur bukan syarat sah puasa, tetapi sangat dianjurkan (sunnah) karena:

  • Memberi tenaga untuk menjalani puasa
  • Mengikuti sunnah Rasulullah Saw
  • Mengandung keberkahan, meskipun hanya dengan seteguk air
  • Waktu sahur berlangsung hingga sebelum terbit fajar (waktu subuh).

4. Menjaga dari Hal yang Membatalkan Puasa

Selama berpuasa, seseorang wajib menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti:

  • Makan dan minum dengan sengaja
  • Hubungan suami istri di siang hari
  • Muntah dengan sengaja
  • Selain itu, hindari pula perbuatan yang mengurangi pahala puasa, seperti berbohong, marah berlebihan, ghibah, dan perbuatan maksiat lainnya. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu.

5. Menjaga Akhlak dan Memperbanyak Amalan

Agar puasa qadha bernilai pahala besar, isi hari dengan amal kebaikan, seperti:

  • Membaca Al-Qur’an
  • Berdzikir dan bershalawat
  • Bersedekah
  • Menjaga tutur kata dan sikap

6. Berbuka dengan Doa

Saat waktu berbuka tiba, dianjurkan membaca doa sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Doa saat berbuka adalah waktu mustajab, sehingga sangat baik dimanfaatkan untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.

Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Atau doa berikut:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah 

Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaallah.”

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved