Jumat, 24 April 2026

Bacaan Doa

Doa Ketika Dipuji agar Tidak Terkena Ain, Riya', Ujub, dan Takabbur

Doa ketika dipuji orang lain agar tidak terkena ain, riya', ujub, dan takabbur. Setiap muslim perlu berhati-hati ketika dipuji orang lain.

Editor: Sri Juliati
Tribunnews.com
DOA KETIKA DIPUJI - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky, Senin (29/12/2025). Doa ketika dipuji orang lain agar tidak terkena ain, riya', ujub, dan takabbur. Setiap muslim perlu berhati-hati ketika dipuji orang lain. 

Dalam laman resmi Kementerian Agama Jakarta Timur dijelaskan beberapa hal yang dapat dilakukan seorang muslim untuk menghadapi pujian dari orang lain.

1. Semua Pujian Hakikatnya Milik Allah

Dalam pembukaan Kitab Tījān ad-Darārī karya Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani (syarah dari Risālah fī ‘Ilmi at-Tauḥīd karya Imam Ibrahim al-Bājūrī), dijelaskan bahwa pujian terbagi menjadi empat:

  • Pujian Allah kepada diri-Nya sendiri (qadīm kepada qadīm)
  • Pujian Allah kepada makhluk-Nya (qadīm kepada yang baru)
  • Pujian makhluk kepada Allah (yang baru kepada qadīm)
  • Pujian makhluk kepada sesama makhluk (yang baru kepada yang baru)

Keempat bentuk pujian ini pada akhirnya kembali kepada Allah SWT.

Ketika seseorang memuji makhluk, sejatinya ia sedang memuji Sang Pencipta. 

Karena itu, saat menerima pujian, kembalikanlah semuanya kepada Allah, bukan kepada diri sendiri.

2. Pujian Bisa Menjadi Penutup Aib

Pujian manusia sering kali hanyalah lapisan luar yang menutupi kenyataan diri kita. Hakikatnya, setiap manusia penuh kekurangan dan aib.

Jika Allah membuka semua cela tersebut, niscaya kita akan merasa sangat hina.

Justru karena kasih sayang Allah, aib itu ditutup rapat. Maka ketika dipuji, seharusnya kita merasa takut dan malu, lalu berdoa sebagaimana yang diajarkan Nabi Saw:

“Ya Allah, ampunilah aku atas kekurangan yang tidak mereka ketahui.” (HR. al-Bukhari)

3. Pujian Bisa Menjadi Dorongan Kebaikan

Apabila pujian yang datang memang sesuai dengan kenyataan, maka sikap yang benar adalah menjadikannya sebagai motivasi, bukan kebanggaan berlebihan. Di antaranya:

  • Memacu untuk terus memperbaiki diri
  • Menumbuhkan rasa percaya diri
  • Memberi semangat dan kebahagiaan
  • Menciptakan hubungan sosial yang positif
  • Bahkan memberi dampak baik secara psikologis dan fisik

Namun semua itu harus tetap disertai kesadaran diri dan kerendahan hati.

4. Pujian Tidak Boleh Melahirkan Kesombongan

Meskipun pujian terasa menyenangkan, ia tidak boleh menyeret pada sifat sombong dan merasa lebih tinggi dari orang lain. Oleh karena itu, Nabi Saw mengajarkan doa ketika dipuji:

“Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangkakan.”

Doa ini mengingatkan bahwa penilaian manusia bukan ukuran hakiki, dan kita masih harus terus memperbaiki diri di hadapan Allah.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved