Minggu, 12 April 2026

Bacaan Doa

Niat Qadha Puasa Ramadhan, Bisa Dimulai di Bulan Syawal

Artikel ini memuat doa niat qadha puasa Ramadhan yang bisa dimulai di bulan Syawal hingga Syaban, sebelum bulan Ramadhan selanjutnya.

Tribunnews.com
NIAT PUASA QADHA - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Senin (23/3/2026). Artikel ini memuat doa niat qadha puasa Ramadhan yang bisa dimulai di bulan Syawal hingga Syaban, sebelum bulan Ramadhan selanjutnya. 

Ringkasan Berita:
  • Qadha puasa Ramadan wajib dilakukan bagi muslim yang memiliki utang puasa, baik dengan berpuasa atau membayar fidyah bagi yang tidak mampu.
  • Pelaksanaannya dapat dilakukan sejak 2 Syawal hingga sebelum Ramadan berikutnya, dengan niat di malam hari dan jumlah hari yang sama.
  • Dalil Al-Qur’an dan hadis menegaskan kewajiban serta anjuran untuk tidak menunda tanpa uzur.
  • Menyegerakan qadha puasa juga melatih disiplin, menghindari dosa, dan menyempurnakan ibadah.

TRIBUNNEWS.COM - Muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan wajib menggantinya di luar bulan Ramadhan.

Mengganti utang puasa Ramadhan atau qadha puasa Ramadhan hukumnya wajib, baik dilakukan dengan berpuasa bagi yang mampu maupun dengan membayar fidyah bagi yang tidak mampu membayarnya dengan berpuasa.

Qadha puasa Ramadhan dapat dilakukan mulai tanggal 2 Syawal tahun Hijriah hingga bulan Syaban, sebelum Ramadhan berikutnya.

Dari Aisyah r.a. berkata: “Aku memiliki utang puasa Ramadhan, dan aku tidak mampu menggantinya kecuali di bulan Sya‘ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kementerian Agama menjelaskan qadha boleh dilakukan berurutan atau terpisah, yang terpenting jumlah harinya sama dengan jumlah ketika tidak berpuasa di bulan Ramadhan.

Selain itu, niat harus dilakukan pada malam hari karena ini termasuk puasa wajib.

Dikutip dari laman Kementerian Agama, berikut ini bacaan niat puasa qadha Ramadhan.

Niat Puasa Qadha Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’in fardho syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

Baca juga: Doa Puasa Syawal, Amalan Sunnah Muakkad yang Dicontohkan Rasulullah

Dalil Tentang Qadha Puasa Ramadhan

Dalam ajaran Islam, anjuran untuk segera mengganti utang puasa Ramadan memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an maupun hadis.

“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkannya pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Para ulama memahami bahwa frasa tersebut mengandung dorongan untuk tidak menunda qadha puasa hingga melewati Ramadan berikutnya tanpa alasan yang dibenarkan.

Mengganti utang puasa termasuk bagian dari amal kebaikan yang seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanpa penundaan, selama tidak ada uzur yang menghalangi.

Dalam sebuah hadis, Aisyah r.a. menyampaikan bahwa dirinya memiliki utang puasa Ramadan dan baru dapat menggantinya pada bulan Sya’ban.

Dari Aisyah r.a. berkata: “Aku memiliki utang puasa Ramadhan, dan aku tidak mampu menggantinya kecuali di bulan Sya‘ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved