Bacaan Doa
Doa Ketika Dipuji agar Tidak Terkena Ain, Riya', Ujub, dan Takabbur
Doa ketika dipuji orang lain agar tidak terkena ain, riya', ujub, dan takabbur. Setiap muslim perlu berhati-hati ketika dipuji orang lain.
Ringkasan Berita:
- Muslim perlu berhati-hati ketika dipuji agar hatinya tidak merasa sombong, bangga berlebihan, dan menghindari ain.
- Sahabat Nabi Saw memohon ampunan Allah Swt ketika ada orang lain yang memujinya secara berlebihan.
- Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dipahami muslim untuk melindungi diri dari penyakit hati karena pujian yang berlebihan.
TRIBUNNEWS.COM - Doa ketika dipuji dapat dibaca agar terhindar dari perasaan sombong, bangga berlebihan, dan ain, yaitu segala keburukan karena pujian dan kebencian berlebihan.
Rasulullah Saw melarang muslim untuk memuji orang lain secara berlebihan.
Dari Abu Bakr r.a, bahwa seorang lelaki memuji seorang lelaki lain di sisi Rasulullah Saw, lalu Rasulullah Saw bersabda: “Celaka engkau! Engkau telah memotong leher sahabatmu.” (beliau mengulanginya beberapa kali). Lalu beliau bersabda: “Jika salah seorang dari kalian terpaksa memuji saudaranya, maka katakanlah: ‘Aku menyangka si fulan demikian, dan Allah-lah yang Maha Mengetahui hakikatnya. Aku tidak menyucikan siapa pun di hadapan Allah.’” (HR. Muslim)
Muslim diperbolehkan memuji orang lain secara sederhana, bahkan merupakan bentuk perbuatan baik.
Namun orang yang dipuji perlu berhati-hati dan menjaga hatinya dari riya' (pamer, sombong), ujub (bangga berlebihan terhadap diri sendiri), dan takabbur (merasa lebih tinggi dan merendahkan orang lain).
Dalam hadis lain disebutkan bahwa sahabat Nabi Saw memohon ampunan Allah Swt karena dipuji oleh orang lain.
Dari Adi bin Arthah –rahimahullah – (seorang ulama tabi’in) meriwayatkan: Dahulu ada seorang sahabat Nabi SAW, yang apabila dia dipuji mengucapkan: “Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang dia ucapkan, ampunilah aku, atas kekurangan yang tidak mereka ketahui”. (Riwayat al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)
Dalam Kitab Hilyatul Auliya’, disebutkan bahwa ulama ahli hadis, Sufyan bin Uyainah pernah berkata: "Para ulama mengatakan: 'Pujian tidak akan menipu orang yang mengenali dirinya sendiri (dia tahu bahawa ia tidak sebaik itu dan sadar akan banyaknya dosa yang dilakukan)'."
Dikutip dari laman resmi Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan Jabatan Perdana Menteri Malaysia, berikut doa ketika dipuji agar terhindar dari riya', ujub, takabbur, dan ain.
Doa Ketika Dipuji
اللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، وَاغْفِرْ لِي مَا لا يَعْلَمُونَ
Allāhumma lā tu’ākhidznī bimā yaqūlūn, waghfir lī mā lā ya‘lamūn.
Artinya: “Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang dia ucapkan, ampunilah aku, atas kekurangan yang tidak mereka ketahui." (Riwayat al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)
Baca juga: Doa Terhindar dari Ain, Pandangan Mata yang Membawa Keburukan
Doa Mohon Ampunan Allah Ketika Dipuji Orang Lain
اللهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ بِي مِنْ نَفْسِي، وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِي مِنَ النَّاسِ، اللهُمَّ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، وَاغْفِرْ لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ
Allahumma anta a‘lamu bii min nafsi, wa ana a‘lamu binafsi minan naas. Allahumma laa tu’aakhidznii bimaa yaquuluun, waghfir lii maa laa ya’lamuun.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui keadaan diriku lebih dari aku sendiri, dan aku lebih mengetahui keadaan diriku berbanding orang lain. Ya Allah, jangan Engkau menghukumku disebabkan pujian yang mereka ucapkan, ampunilah aku atas kekurangan yang tidak mereka ketahui. Dan jadikan aku lebih baik dari pada penilaian yang mereka berikan untukku.”
Doa Mohon Pertolongan Allah Ketika Dipuji
وَاجْعَلْنِي خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّونَ
Waj‘alnii khairan mimmaa yazunnuun.
Artinya: Jadikanlah aku lebih baik daripada apa yang mereka sangkakan. (Riwayat al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman)
Tips Menghadapi Pujian dalam Islam
Dalam laman resmi Kementerian Agama Jakarta Timur dijelaskan beberapa hal yang dapat dilakukan seorang muslim untuk menghadapi pujian dari orang lain.
1. Semua Pujian Hakikatnya Milik Allah
Dalam pembukaan Kitab Tījān ad-Darārī karya Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani (syarah dari Risālah fī ‘Ilmi at-Tauḥīd karya Imam Ibrahim al-Bājūrī), dijelaskan bahwa pujian terbagi menjadi empat:
- Pujian Allah kepada diri-Nya sendiri (qadīm kepada qadīm)
- Pujian Allah kepada makhluk-Nya (qadīm kepada yang baru)
- Pujian makhluk kepada Allah (yang baru kepada qadīm)
- Pujian makhluk kepada sesama makhluk (yang baru kepada yang baru)
Keempat bentuk pujian ini pada akhirnya kembali kepada Allah SWT.
Ketika seseorang memuji makhluk, sejatinya ia sedang memuji Sang Pencipta.
Karena itu, saat menerima pujian, kembalikanlah semuanya kepada Allah, bukan kepada diri sendiri.
2. Pujian Bisa Menjadi Penutup Aib
Pujian manusia sering kali hanyalah lapisan luar yang menutupi kenyataan diri kita. Hakikatnya, setiap manusia penuh kekurangan dan aib.
Jika Allah membuka semua cela tersebut, niscaya kita akan merasa sangat hina.
Justru karena kasih sayang Allah, aib itu ditutup rapat. Maka ketika dipuji, seharusnya kita merasa takut dan malu, lalu berdoa sebagaimana yang diajarkan Nabi Saw:
“Ya Allah, ampunilah aku atas kekurangan yang tidak mereka ketahui.” (HR. al-Bukhari)
3. Pujian Bisa Menjadi Dorongan Kebaikan
Apabila pujian yang datang memang sesuai dengan kenyataan, maka sikap yang benar adalah menjadikannya sebagai motivasi, bukan kebanggaan berlebihan. Di antaranya:
- Memacu untuk terus memperbaiki diri
- Menumbuhkan rasa percaya diri
- Memberi semangat dan kebahagiaan
- Menciptakan hubungan sosial yang positif
- Bahkan memberi dampak baik secara psikologis dan fisik
Namun semua itu harus tetap disertai kesadaran diri dan kerendahan hati.
4. Pujian Tidak Boleh Melahirkan Kesombongan
Meskipun pujian terasa menyenangkan, ia tidak boleh menyeret pada sifat sombong dan merasa lebih tinggi dari orang lain. Oleh karena itu, Nabi Saw mengajarkan doa ketika dipuji:
“Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangkakan.”
Doa ini mengingatkan bahwa penilaian manusia bukan ukuran hakiki, dan kita masih harus terus memperbaiki diri di hadapan Allah.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-KETIKA-DIPUJI-235423532.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.