Bacaan Doa
Sholawat Munjiyat dan Artinya, Kalimat Penyelamat dari Kesulitan
Sholawat Munjiyat adalah kalimat penghormatan kepada Nabi Muhammad Saw. yang membawa berkah dan keselamatan kepada mereka yang mengamalkannya.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Sholawat merupakan kalimat penghormatan kepada Nabi Muhammad Saw.
Perintah bersholawat ini disebutkan dalam Al-Qur'an.
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya senantiasa bersholawat untuk Nabi (Saw.). Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56)
Selain itu, perintah bersholawat kepada Nabi Muhammad juga disebutkan dalam sebuah hadis dari Anas bin Malik.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)." (HR. Ahmad)
Kementerian Agama menyebutkan bahwa ada banyak jenis sholawat, di antaranya sholawat Nariyah, Sholawat Munjiyat, Sholawat Badawiyah, Sholawat Kubro, Sholawat Kamaliyah, Sholawat Ibrahimiyah, Shalawat Basyairul Khairat, Shalawat Al-Fatih, Shalawat Saadatud-Darain, Shalawat Mohon Rizqi Banyak Shalawat Raufurahhim, Sholawat Bariyyah, Shalawat Bahriyyah Kubro, Shalawat Al-Qadril Azhim, Shalawat Al-Qurasyi, Shalawat An-Nabiyyul Ummi, Sholawat Nuridzati, Shalawat Untuk Menyembuhkan Penyakit Shalawat Syifa (Obat), Shalawat Tibbil Qulub, dll.
Sholawat Munjiyat merupakan sholawat yang bertujuan untuk memohon keselamatan.
Dikutip dari Kementerian Agama, berikut ini bacaan sholawat munjiyat.
Sholawat Munjiyat
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
Allaaahumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii 'il ahwaali wal aafaati wataqdhi lanaa bihaa jamii 'alhaajaati watu thohhirunaa bihaa min jamii 'issayyi-aati, watar fa 'unaa biha 'indaka a'laddarojaati watuballighunaa bihaa aqshol ghooyaati minjamii 'il khoirooti fil hayaati waba'dal mamaati innaka 'alaa kulli syai-in qodiir.
Artinya: "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, yang dengan rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kita dari semua keadaan yang mendebarkan dan dari semua cobaan yang dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan kepada kita hajat, Yang dengan rahmat itu Engkau akan membersihkan kita dari semua keburukan/kesalahan. Yang dengan rahmat itu Engkau akan mengangkat kita kepada setinggi-tinggi derajat.Yang dengan rahmat itu pula Engkau akan menyampaikan kita kepada sesempurna-sempurnanya semua maksud dari semua kebaikan pada waktu hidup dan setelah mati, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Baca juga: Doa setelah Sholat Wajib 5 Waktu, Jangan Lewatkan Waktu Mustajab Berdoa
Kisah Mengamalkan Sholawat Munjiyat
Ada sebuah kisah menarik terkait shalawat ini, sebagaimana diriwayatkan Ibn al-Fakihani.
Suatu hari, Syaikh Musa melakukan perjalanan laut dengan menaiki sebuah kapal besar. Kapal itu membawa banyak penumpang dengan berbagai tujuan. Ada pedagang yang membawa barang dagangan, ada penuntut ilmu, ada pula orang-orang yang sekadar ingin mengunjungi kerabat di negeri seberang. Karena banyaknya penumpang dan barang bawaan, kapal tersebut menjadi sangat penuh.
Di tengah perjalanan, ketika kapal berada jauh dari daratan dan dikelilingi luasnya samudera, tiba-tiba datang badai besar. Angin bertiup sangat kencang, ombak tinggi menghantam kapal dari berbagai arah, dan petir menyambar disertai suara gemuruh yang menggetarkan hati. Kapal terombang-ambing hebat, air laut mulai masuk ke geladak, dan suasana berubah menjadi sangat mencekam.
Para penumpang panik. Mereka berlarian tanpa tahu harus berbuat apa. Nahkoda dan para awak kapal juga kebingungan. Sebagian mencoba menimba air, sebagian lain berusaha mengendalikan layar. Namun angin yang terlalu kuat membuat layar kapal patah dan terlempar ke laut. Harapan untuk selamat semakin menipis.
Melihat keadaan yang semakin gawat, para penumpang meminta Syaikh Musa—yang dikenal sebagai orang saleh dan dekat dengan Allah—untuk berdoa memohon pertolongan. Namun, situasi yang begitu genting membuat Syaikh Musa sendiri merasa bingung dan tak tahu harus berbuat apa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SHOLAWAT-MUNJIYAT-3453533453.jpg)