Jelang Ramadhan, Berikut Niat Puasa Qadha Ramadhan Lengkap dengan Dalil
Kewajiban puasa qadha ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis, sehingga dianjurkan segera ditunaikan agar tidak menumpuk menjelang Ramadhan.
Ringkasan Berita:
- Puasa qadha Ramadhan wajib ditunaikan oleh umat Islam yang meninggalkan puasa karena uzur syar’i dan dapat dilakukan hingga sebelum Ramadhan berikutnya.
- Niat puasa qadha harus dibaca sebelum fajar, disertai pelaksanaan puasa sesuai ketentuan dari terbit fajar hingga maghrib.
- Kewajiban puasa qadha ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis, sehingga dianjurkan segera ditunaikan agar tidak menumpuk menjelang Ramadhan.
TRIBUNNWS.COM - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri, salah satunya dengan menunaikan puasa qadha Ramadhan bagi yang masih memiliki utang puasa.
Puasa qadha wajib dilakukan sebagai pengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkan karena uzur syar’i, seperti sakit, haid, nifas, atau perjalanan jauh.
Puasa qadha Ramadhan adalah puasa wajib yang dilakukan untuk mengganti hari-hari puasa Ramadhan yang ditinggalkan.
Kewajiban ini dapat dilakukan kapan saja setelah Ramadhan hingga sebelum masuk Ramadhan berikutnya.
Dengan niat yang benar dan pelaksanaan sesuai tuntunan, ibadah ini akan menjadi sah dan berpahala.
Oleh karena itu, umat Islam yang memiliki utang puasa hendaknya segera menggantinya agar tidak menumpuk sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.
Melansir laman Baznas, simak inilah niat Puasa Qadha Ramadhan lengkap dengan dalil dan tata caranya:
Lafal Niat Puasa Qadha Ramadhan
Niat adalah salah satu syarat sah dalam menjalankan puasa qadha.
Berikut adalah bacaan niat puasa qadha Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala."
Baca juga: Apakah Boleh Puasa Dzulhijjah Digabung dengan Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan Ulama
Dalil Kewajiban Puasa Qadha Ramadhan
Kewajiban mengqadha puasa Ramadhan ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Selain itu, terdapat hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menegaskan praktik qadha puasa:
“Aku mempunyai utang puasa Ramadhan dan aku tidak mampu mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bolehnya mengqadha puasa hingga menjelang Ramadhan berikutnya, selama tidak melewati batas waktu tanpa uzur.
Tata Cara Puasa Qadha Ramadhan
- Membaca niat sebelum fajar. Puasa qadha harus diawali dengan niat yang jelas dan dilakukan sebelum waktu subuh.
- Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga maghrib.
- Memperbanyak ibadah. Agar puasa lebih bermakna, dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur'an, dan berzikir.
- Berbuka puasa saat maghrib tiba dengan makanan yang halal dan diawali dengan doa berbuka puasa.
(Tribunnews.com/Latifah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-GANTI-PUASA-3453535.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.