Senin, 1 Juni 2026

Sains: Periode Paling Melelahkan dalam Hidup Datang Setelah Seseorang Berusia 40 Tahun

Para peneliti telah menemukan kalau periode paling melelahkan dalam hidup kita datang setelah kita berusia 40 tahun.

Tayang:
Freepik
PERIODE MELELAHKAN - Gambar Ilustrasi. Penelitian menunjukkan kalau periode paling melelahkan dalam hidup datang setelah seseorang berusia 40 tahun. 

Sains: Periode Paling Melelahkan dalam Hidup Datang Setelah Seseorang Berusia 40 Tahun

Ringkasan Berita:
  • Para ilmuwan mengatakan masa-masa paling melelahkan dalam hidup kita tiba ketika kita berusia 40 tahun.
  • Terjadi perubahan fisik, stres, masalah hormonal, kurang tidur, kekuatan otot yang rendah, namun beban kerja terus meningkat.

 

TRIBUNNEWS.COM - Semua orang yang mengeluh selalu lelah, minggir dulu.

Menurut sains, hanya orang-orang yang saat ini berada di dekade tertentu dalam hidup mereka yang berhak mengatakan demikian. 

Para peneliti telah menemukan kalau periode paling melelahkan dalam hidup kita datang setelah kita berusia 40 tahun.

Pada usia ini, meskipun tubuh tidak semuda saat usia 20-an, tuntutan hidup masih sangat tinggi.

Baca juga: Tanda Pembesaran Prostat Jinak Usia 40 Tahun ke Atas, Jika Dibiarkan Berujung Susah Kencing

Anda masih memiliki anak untuk dibesarkan dan pekerjaan yang harus dilakukan.

Jadi Anda harus melakukan semuanya, tetapi tidak dalam kondisi terbaik.

Menurut Profesor Michelle Spear, seorang ahli anatomi dari Universitas Bristol, ini bukan hanya tentang bertambah tua, tetapi terkait dengan beberapa perubahan biologis kecil yang terjadi bersamaan.

Dia mengatakan kepada Daily Mail kalau "kelelahan paruh baya" ini adalah hasil dari "ketidaksesuaian antara biologi dan tuntutan".

Sang profesor mengatakan, meskipun tubuh kita masih memproduksi energi pada usia ini, prosesnya tidak sama seperti pada usia 20-an.

Proses tersebut terjadi "dalam kondisi yang berbeda dibandingkan pada masa dewasa awal, sementara tuntutan terhadap energi tersebut seringkali mencapai puncaknya."

Namun, Profesor Michelle Spear menyatakan ketidakseimbangan biologis ini, yang menguras energi seseorang, hanya bersifat sementara.

"Tetapi hal itu cukup untuk membuat kita merasa lelah dan lesu, lebih dari waktu lain dalam hidup kita," katanya. 

Spear menambahkan bahwa pada usia 40-an, kita mengalami perubahan seluler.

Pada usia 20-an, mitokondria, bagian sel kita yang bertanggung jawab untuk menghasilkan energi, melakukannya dengan cara yang mengurangi pemborosan energi dan mengurangi produk sampingan inflamasi.

Jadi, meskipun Anda tidak banyak berolahraga atau tidur larut malam, tubuh tidak terlalu terpengaruh.

Namun, aktivitas yang sama pada usia 40-an akan berdampak buruk karena perubahan fisik halus yang mulai terjadi.

Ilustrasi kesehatan mental
Ilustrasi  (Freepik)

Makin Tua, Makin Sulit Tidur

Jadi, meskipun produksi energi terus menerus, kita merasa lelah karena tubuh kita menggunakan lebih banyak energi.

Latihan kekuatan adalah salah satu cara efektif untuk mencegah kehilangan otot dan mengurangi dampak kondisi ini.

Aspek lain adalah perbedaan bagaimana stres dan kurang tidur memengaruhi kita di usia 40-an dibandingkan dengan usia 20-an atau 30-an.

Masalahnya semakin diperparah dengan kenyataan kalau mendapatkan tidur malam yang nyenyak menjadi sulit seiring bertambahnya usia.

Jadi, Anda perlu tidur nyenyak untuk merasa berenergi, namun tidur sulit didapatkan, sehingga menjadi masalah yang sulit diatasi.

Profesor Spear mengatakan, "Perubahan hormonal, khususnya fluktuasi estrogen dan progesteron pada wanita selama perimenopause, secara langsung memengaruhi area otak yang mengatur kedalaman tidur dan suhu tubuh."

Respons stres tubuh kita menjadi lebih aktif seiring bertambahnya usia, yang menyebabkan kortisol meningkat di malam hari alih-alih menurun, membuat kita merasa kurang istirahat.

Bersamaan dengan itu semua, orang-orang di usia 40-an menghadapi beban kognitif dan emosional yang sangat besar karena semua tanggung jawab yang ada.

Jadi Anda kelelahan secara fisik dan mental karena semua pekerjaan dan tubuh Anda tidak mendukung Anda.

Spear menambahkan, "Kelelahan di usia paruh baya, khususnya, sering kali mencerminkan beban kumulatif daripada penuaan itu sendiri."

 

 

(oln/dm/wn/*)
 
 

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved