Fenomena Gangguan Mental Balik Curhat Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang Kontroversial
Sikap Dwi Sasetyaningtyas tak bisa diartikan membenci negaranya, tapi mereka sedang mencari rasa aman dan kepastian untuk kehidupan di masa depan.
Apa yang Harus Dilakukan? Mengeluh di Media Sosial atau Datang ke Profesional.
1. Update di media sosial merupakan usaha untuk pelepasan emosi sementara, membantu seseorang merasa didengar.
Namun sayangnya, media sosial bukanlah ruang pemulihan, itu hanya ruang ekspresi sementara
2. Datang ke psikolog/psikiater
Langkah tepat yang bisa diambil apabila keluhan sudah mengganggu tidur, relasi, atau fungsi kehidupan sehari-hari.
Datang ke profesional kesehatan jiwa dapat membantu menguraikan stres secara terstruktur, bukan hanya ventilasi emosi tapi juga mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat
"Curhat di media sosial boleh saja sebagai ekspresi, tapi pemulihan dari stres yang dialami tetap butuh ruang aman salah satunya lewat konsultasi ke profesional kesehatan jiwa," tegas Lahargo.
Anggota Bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI ini menegaskan, media sosial adalah ruang publik permanen.
Karenanya, tidak semua yang terasa benar untuk diucapkan dan aman untuk dipublikasikan.
“Fenomena stres terkait identitas kebangsaan bukan sekadar soal nasionalisme, tapi refleksi kecemasan masa depan. Yang perlu dijaga adalah keseimbangan antara mengekspresikan keresahan dan menjaga kesehatan mental secara nyata," pesan dia.