Minggu, 12 April 2026

Pria Lebih Rentan Berketombe, Ketahui Faktor Pemicu dan Cara Mengatasinya

Pria justru lebih sering mengalami ketombe dibandingkan wanita, meski rambut mereka lebih pendek.

Kolase: Facebook/Khoirul Anam
Sebuah foto yang menunjukkan sebuah lapak dengan spanduk yang bertuliskan 'Jual Beli Ketombe' viral di media sosial. 

Ringkasan Berita:
  • Rambut berketombe berkaitan erat dengan gaya hidup pria yang cenderung lebih aktif, terutama di luar ruangan
  • Paparan sinar matahari, polusi, keringat, penggunaan aksesori kepala seperti helm atau topi, serta tingkat stres yang tinggi membuat kulit kepala bekerja lebih keras 
  • Secara biologis, kulit kepala pria disebut lebih rentan bermasalah karena produksi minyak yang cenderung lebih tinggi

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski umumnya memiliki rambut lebih pendek, pria justru lebih sering mengalami ketombe dibandingkan wanita.

Pakar perawatan rambut Ari Astuti, menjelaskan kondisi tersebut berkaitan erat dengan gaya hidup pria yang cenderung lebih aktif, terutama di luar ruangan.

Beragam aktivitas mulai dari pekerjaan, olahraga, hingga kehidupan sosial membuat tubuh terus bergerak tanpa banyak jeda. Kondisi ini turut memengaruhi kesehatan kulit kepala.

Paparan sinar matahari, polusi, keringat, penggunaan aksesori kepala seperti helm atau topi, serta tingkat stres yang tinggi membuat kulit kepala bekerja lebih keras. 

Baca juga: Seberapa Sering Harus Keramas agar Kulit Kepala Sehat dan Bebas Ketombe?

Situasi tersebut dapat memicu produksi minyak berlebih sekaligus melemahkan scalp barrier.

Scalp barrier sendiri merupakan lapisan pelindung terluar pada kulit kepala yang berfungsi menjaga kelembapan, mengatur produksi sebum, serta melindungi dari iritasi, bakteri, dan jamur.

Ketika lapisan ini rusak, berbagai masalah kulit kepala lebih mudah muncul, seperti ketombe, rasa gatal, kemerahan, hingga rambut rontok.

"Banyak laki-laki sudah rutin keramas, tapi masih fokus di rambut, bukan di kesehatan kulit kepala. Padahal, ketombe berulang muncul karena scalp barrier yang lemah," kata Ari Astuti yang juga menduduki posisi Hair Care Lead Unilever Indonesia, saat ditemui di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Secara biologis, kulit kepala pria disebut lebih rentan bermasalah karena produksi minyak yang cenderung lebih tinggi. 

Kepala Penelitian dan Pengembangan Perawatan Rambut, Christina Yusuf, menyebut ketombe biasanya dipicu oleh kombinasi beberapa faktor.

"Ketombe melibatkan ketidakseimbangan microbiome, produksi sebum berlebih, serta terganggunya fungsi perlindungan alami kulit kepala. Ketika scalp barrier melemah, pertumbuhan jamur penyebab ketombe bisa meningkat," jelasnya.

Berdasarkan riset dalam Clear Scalp Health Science & Research Book, kulit kepala pria memang lebih rentan bermasalah. 

Secara biologis, produksi minyak yang lebih tinggi, keringat berlebih, serta kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur membuat pria hingga tujuh kali lebih berisiko mengalami ketombe dibanding perempuan. 

Saat scalp barrier melemah, ketidakseimbangan microbiome dan minyak berlebih dapat memicu gatal, ketombe berulang, hingga kerontokan dari akar.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved