Rabu, 22 April 2026

Bacaan Doa

Doa Buka Puasa Syawal, Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

Muslim dapat membaca doa buka puasa Syawal bagi mereka yang melaksanakannya. Muslim dianjurkan melakukan puasa Syawal enam hari.

Tribunnews.com
BUKA PUASA SYAWAL - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Selasa (24/3/2026). Muslim dapat membaca doa buka puasa Syawal bagi mereka yang melaksanakannya. Muslim dianjurkan melakukan puasa Syawal enam hari. 
Ringkasan Berita:
  • Puasa Syawal adalah sunnah muakkad yang dianjurkan selama 6 hari mulai 2 Syawal, dengan pahala seperti puasa setahun jika digabung dengan Ramadan.
  • Pelaksanaannya sama seperti puasa biasa, disertai sunnah berbuka (menyegerakan, doa, kurma) dan sahur (mengakhirkan, doa, istighfar).
  • Puasa batal jika makan/minum sengaja, muntah sengaja, hubungan suami istri, keluar mani, haid/nifas, atau murtad.

TRIBUNNEWS.COM - Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang hukumnya sunnah muakkad atau sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Puasa Syawal dapat dilakukan mulai 2 Syawal atau sehari setelah Hari Raya Idul Fitri.

Jumlah puasa Syawal yang dianjurkan adalah enam hari, baik dilakukan secara berurutan maupun terpisah.

Meski puasa Syawal hukumnya sunnah muakkad, Muslim sebaiknya mengqadha puasa Ramadan terlebih dahulu jika memiliki utang puasa karena puasa Ramadan hukumnya wajib.

Dalam hadis disebutkan bahwa berpuasa Ramadan selama sebulan penuh, kemudian dilanjutkan puasa Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa selama satu tahun.

“Dari Tsauban, dari Nabi SAW (diriwayatkan bahwa) beliau bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadan, maka pahala satu bulan Ramadan itu (dilipatkan sama) dengan puasa sepuluh bulan, dan berpuasa enam hari sesudah Idulfitri (dilipatkan sepuluh menjadi enam puluh), maka semuanya (Ramadan dan enam hari bulan Syawal) adalah genap satu tahun.” (HR Ahmad)

Tata cara pelaksanaan puasa Syawal sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dimulai setelah azan Subuh hingga azan Maghrib.

Dikutip dari laman Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia, berikut bacaan doa buka puasa Syawal:

Doa Buka Puasa Syawal

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)

Baca juga: Apakah Pelaksanaan Puasa Syawal Harus Berturut-turut? Simak Penjelasannya

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah

Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin

Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”

Sunah saat Berbuka Puasa

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui laman resminya menjelaskan beberapa amalan sunah yang bisa dilakukan saat berbuka puasa, di antaranya:

  1. Menyegerakan berbuka puasa setelah waktu Magrib tiba.
  2. Dianjurkan membaca basmalah sebelum makan atau minum.
  3. Membaca doa berbuka puasa terlebih dahulu sebelum menikmati hidangan.
  4. Disarankan memulai berbuka dengan kurma; jika tidak tersedia, dapat diganti dengan air putih.
  5. Setelah berbuka, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa.
  6. Saat berbuka, sebaiknya tidak makan dan minum secara berlebihan.

Sunah Saat Sahur

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam lamannya menyebutkan amalan sunah yang dapat dilakukan ketika sahur puasa.

  1. Mengakhirkan waktu sahur, yakni makan sahur mendekati waktu azan Subuh.
  2. Kurma dianjurkan menjadi salah satu makanan yang dikonsumsi saat sahur.
  3. Umat Islam disarankan membaca doa dan memohon keberkahan bagi orang yang menjalankan sahur.
  4. Setelah selesai sahur, dianjurkan memperbanyak membaca istighfar.

Baca juga: Apa Itu Puasa Syawal? Ini Hukum, Waktu dan Tata Cara Melaksanakan Puasa Syawal

Hal yang Membatalkan Puasa

Kementerian Agama menjelaskan beberapa hal yang dapat membatalkan puasa.

  1. Makan dan minum dengan sengaja di siang hari Ramadan dapat membatalkan puasa. Namun, jika dilakukan karena lupa, puasanya tetap sah.
  2. Muntah dengan sengaja juga membatalkan puasa, sedangkan muntah yang terjadi tanpa disengaja tidak berpengaruh.
  3. Berhubungan suami istri di siang hari termasuk pembatal puasa yang berat, karena selain wajib mengganti puasa, juga dikenai kafarat.
  4. Keluarnya mani dengan sengaja, baik karena rangsangan atau tindakan tertentu, dapat membatalkan puasa.
  5. Datangnya haid atau nifas pada perempuan, meski hanya sesaat sebelum berbuka, tetap membatalkan puasa dan harus diganti di hari lain.
  6. Murtad (keluar dari Islam) membatalkan seluruh amal ibadah, termasuk puasa.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved