Bacaan Doa
Doa Bulan Syawal dan Amalan Sunah untuk Menyempurnakan Ramadan
Setelah Ramadan berakhir, Muslim dianjurkan meningkatkan ibadahnya pada bulan Syawal dengan doa, puasa sunah, hingga itikaf.
“Kemudian Nabi tidak beri’tikaf pada bulan Ramadan tersebut dan beri’tikaf sepuluh hari di bulan Syawal.” (HR Bukhari)
3. Puasa Ayyamul Bidh
Pada bulan Syawal, Muslim dapat melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa sunah pada tanggal 13, 14, 15 bulan hijriah.
“Dari Abu Dzar berkata, Rasulullah SAW bersabda kepadaku, “Wahai Abu Dzar, jika kamu ingin berpuasa tiga hari pada tiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal ke tiga belas, empat belas dan lima belas.” (HR Tirmidzi no 761)
Puasa Ayyamul Bidh di bulan Syawal dilaksanakan pada 13 Syawal 1447 (Kamis, 2 April 2026), 14 Syawal 1447 H (Jumat, 3 April 2026), dan 15 Syawal 1447 H (Sabtu, 4 April 2026), menurut Kalender Hijriah Kementerian Agama.
4. Puasa Daud
Puasa sunah lainnya yang dapat dikerjakan pada bulan Syawal yaitu puasa Daud, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Daud AS.
Bahwasanya Abdullah bin Amr bin Ash ra. (diriwayatkan) dikabarkan kepadanya sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda padanya, shalat yang paling dicintai Allah adalah shalat Nabi Daud dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud, ia tidur separuh malam kemudian shalat di sepertiganya dan tidur lagi di seperenamnya, ia puasa sehari serta berbuka sehari. (HR. al-Bukhari No. 1131).
5. Puasa Senin Kamis
Puasa Senin Kamis merupakan puasa sunah yang dapat dikerjakan pada bulan apa pun, termasuk bulan Syawal.
Pelaksanaan puasa sunah ini pada hari Senin dan Kamis, sebagaimana dijelaskan dalam hadis.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Amal-amal perbuatan itu diperiksa pada hari Senin dan Kamis, oleh karena itu aku ingin amal perbuatanku diperiksa pada saat aku sedang puasa.” (HR Tirmidzi).
Para ulama menjelaskan bahwa niat puasa Senin Kamis yang digabungkan dengan puasa Syawal hukumnya adalah boleh dilakukan.
Hikmah Bulan Syawal
Kementerian Agama wilayah Jawa Barat menyebutkan hikmah bulan Syawal bagi Muslim yang mengisinya dengan beribadah.
1. Momentum Istiqamah Setelah Ramadan
Bulan Syawal menjadi fase penting untuk menguji sejauh mana kualitas ibadah seseorang setelah menjalani Ramadan.
Jika selama Ramadan seseorang rajin shalat, membaca Al-Qur’an, dan menahan diri dari hal-hal yang dilarang, maka di bulan Syawal ia dituntut untuk mempertahankan kebiasaan tersebut karena istiqamah atau konsistensi inilah yang menjadi ciri orang beriman.
Syawal mengajarkan bahwa ibadah bukan hanya musiman, tetapi harus terus berlanjut sepanjang hidup.
2. Penyempurna Ibadah Ramadan
Tidak ada ibadah manusia yang sempurna, termasuk puasa Ramadan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-BULAN-SYAWAL-45654TERTR.jpg)