Kamis, 21 Mei 2026

Pelaku Chat Grooming Terkesan Orang Baik, Diam-diam Mendekati Anak Melalui Game dan DM

Ancaman gadget sejak dini bisa masuk diam-diam lewat chat, direct message (DM), hingga game online.Fenomena ini disebut chat grooming.

Tayang:
Freepik
Ilustrasi anak-anak bermain gadget. Ancaman gadget sejak dini bisa masuk diam-diam lewat chat, direct message (DM), hingga game online.Fenomena ini disebut chat grooming. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Ancaman gadget sejak dini tak lagi selalu datang secara fisik. 
  • Bahaya bisa masuk diam-diam lewat chat, direct message (DM), hingga game online.
  • Fenomena ini dikenal sebagai chat grooming.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di era anak akrab dengan gadget sejak dini, ancaman tak lagi selalu datang secara fisik. 

Justru, bahaya bisa masuk diam-diam lewat chat, direct message (DM), hingga game online.

Baca juga: Ricky Harun Melarang Sang Anak Main Gadget, Ini Alasannya

Fenomena ini dikenal sebagai chat grooming, sebuah bentuk manipulasi yang kerap tidak disadari oleh anak, bahkan oleh orang tua.

Dokter Anak sekaligus Anggota UKK Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR Dr Ariani, SpA, Subsp TKPS(K), mengingatkan bahwa kejahatan ini berkembang pesat seiring masifnya penggunaan teknologi digital.

Ilustrasi anak bermain gadget
Ilustrasi anak bermain gadget (freepik)

“Dan ini memang sering tidak terdeteksi, karena dia silent, bertahap, tidak langsung, manipulatif ini yang kadang dianggap oleh anak-anak sebagai hal yang normal, atau dianggap sebagai orang yang peduli,” jelasnya pada media briefing virtual, Selasa (31/4/2026). 

Berbeda dengan ancaman fisik yang terlihat jelas, chat grooming bekerja secara perlahan.

Modus Jadi Orang Baik, Pelaku Terkesan Perhatian Pada Anak  

Pelaku tidak langsung melakukan tindakan mencurigakan, melainkan membangun hubungan emosional terlebih dahulu.

Anak dibuat merasa diperhatikan, didengar, bahkan dianggap istimewa.

Inilah yang membuat korban tidak merasa sedang dalam bahaya.

Baca juga: 1.645 Anak dan Remaja Idap Diabetes, Pola Makan Tinggi Karbohidrat dan Main Gadget Bisa Jadi Pemicu

Padahal, di balik perhatian tersebut, pelaku memiliki tujuan yang jauh lebih serius.

“Jadi ini sebenarnya ujung-ujungnya nanti dia akan manipulatif untuk kekerasan seksual,” tegasnya.

Yang membuat kasus ini semakin kompleks, interaksi bisa terjadi di mana saja.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved