Penanganan Darurat Hipotermia pada Anak Saat Berada di Gunung
Tidak semua usia anak siap diajak ke lingkungan ekstrem. Menurut dr Yogi, anak di bawah tiga tahun memiliki risiko yang jauh lebih tinggi.
“Dan kalau mau memulai mengenalkan dengan alam, itu ya start low go slow gitu ya. Jangan mulai dari naik gunung yang tinggi.”
Artinya, orangtua perlu mengenalkan anak pada aktivitas ringan terlebih dahulu sebelum mencoba yang lebih menantang.
Anak di Bawah 3 Tahun Sangat Rentan
Tidak semua usia anak siap diajak ke lingkungan ekstrem. Menurut dr Yogi, anak di bawah tiga tahun memiliki risiko yang jauh lebih tinggi.
“Jadi nggak ada umur khusus sebenarnya ya, boleh umur berapa gitu. Tapi yang harus kita tahu di bawah 3 tahun itu memang sangat rentan.”
Karena itu, keputusan membawa anak ke gunung harus dipertimbangkan dengan sangat matang.
Dalam kondisi darurat di alam, akses ke fasilitas kesehatan sangat terbatas. Karena itu, pengetahuan dasar orangtua menjadi sangat penting.
Mulai dari mengenali gejala hingga melakukan penanganan awal, semua bisa menjadi penentu keselamatan anak. Pada akhirnya, bukan hanya soal membawa anak ke alam, tetapi juga memastikan mereka tetap aman di dalamnya.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bayi-di-Gunung-Ungaran-sempat-dikira-hipotermia.jpg)