Selasa, 19 Mei 2026

Bacaan Doa

Doa Membasuh Muka saat Wudhu agar Wajah Bercahaya di Hari Kiamat

Muslim dapat mengamalkan doa membasuh muka saat wudhu agar wajahnya bercahaya di hari kiamat. Berikut ini doa yang dapat dibaca.

Tayang:
Tribunnews.com
DOA MEMBASUH MUKA - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Rabu (15/4/2026). Muslim dapat mengamalkan doa membasuh muka saat wudhu agar wajahnya bercahaya di hari kiamat. 
Ringkasan Berita:
  • Seorang Muslim dapat memanjatkan doa saat berwudhu agar wajahnya berseri di hari kiamat.
  • Hari kiamat adalah hari pembalasan, ketika manusia dibangkitkan dan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya.
  • Berbagai hadis dan ayat Al-Quran menggambarkan dahsyatnya kondisi padahari kiamat.
  • Rasulullah SAW. juga menyebut tujuh golongan yang mendapat naungan Allah di Padang Mahsyar saat kiamat.

TRIBUNNEWS.COM - Ketika berwudhu, seorang Muslim membasuh wajahnya sebagai bagian dari bersuci dari hadas kecil.

Sebelum membasuh wajah, Muslim dapat membaca doa agar Allah SWT menggolongkannya sebagai orang yang wajahnya berseri di hari kiamat.

Wajah orang yang berseri di hari kiamat menandakan bahwa ia adalah orang mukmin yang taat kepada Allah SWT.

Sementara orang yang "gelap" atau muram di hari kiamat adalah orang-orang yang penuh kesedihan, hina di hadapan Allah SWT, dan menantikan balasan yang buruk di hari kiamat.

Penggambaran ini disebutkan dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 106 dan Surat Al-Qiyamah ayat 22–23.

“Pada hari ketika ada wajah yang menjadi putih (berseri) dan ada wajah yang menjadi hitam (muram).” (QS. Ali Imran: 106)

“Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, memandang kepada Tuhannya.” (QS. Al-Qiyamah: 22–23)

Kementerian Agama menjelaskan bahwa hari kiamat adalah hari penghakiman di mana segala perbuatan manusia di dunia akan dipertanggungjawabkan.

“Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.” (QS. Al-Hajj: 7)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan Muslim agar selalu mengingat kematian dan mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan beribadah.

Baca juga: Doa Penenang Hati dan Penghapus Kesedihan, Amalkan agar Merasa Tenang

Salah satu yang bisa dilakukan adalah selalu berdoa kepada Allah SWT dan memohon kepada-Nya agar termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung di hari kiamat.

Mengutip buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ust. Ahmad Zacky El-Syafa, berikut doa ketika membasuh wajah.

Doa Membasuh Muka

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِي يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ

Allaahumma bayyidl wajhii yauma tabyadldlu wujuuh wa taswaddu wujuuh

Artinya: "Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam (saat kiamat)."

Dalil Tentang Hari Kiamat

Penjelasan tentang hari kiamat disebutkan dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadis.

Rasulullah SAW. menjelaskan keadaan pada hari kiamat, di mana seluruh manusia dikumpulkan dalam keadaan tanpa busana dan tanpa alas kaki.

Meski mereka dikumpulkan tanpa busana, Rasulullah SAW. menjelaskan bahwa mereka tidak akan peduli pada aurat satu sama lain karena ketakutan yang begitu dahsyat pada hari kiamat telah menghilangkan nafsu mereka.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dihimpun (pada hari Kiamat) menuju Allâh Azza wa Jalla dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan tidak dikhitan.” Maka istri Rasulullah, ‘Aisyah radiallahu anha bertanya, “Ya Rasulullah, laki-laki dan perempuan, satu sama lain bisa melihat auratnya?” Nabi saw menjawab: “Kejadian ketika itu lebih dahsyat sehingga memalingkan mereka dari keinginan seperti itu.” (HR. Bukhari)

Pada hari kiamat, matahari akan didekatkan ke kepala manusia hingga jarak yang sangat dekat, sebagaimana dikutip dari Universitas Islam Indonesia.

Dari Miqdad bin Al-Aswad radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Pada hari kiamat, matahari akan didekatkan kepada manusia hingga jaraknya hanya sekitar satu mil.”

Dalam hadis lain disebutkan bahwa manusia akan terbagi dalam tiga golongan di hari kiamat, yaitu mereka yang berjalan kaki, yang menaiki kendaraan, dan yang berjalan dengan wajah.

Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya pada hari kiamat, manusia akan dikumpulkan menjadi tiga golongan. Satu golongan berjalan kaki, satu golongan berkendaraan, dan yang satu golongan lagi berjalan dengan wajah mereka.” Kemudian para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana caranya mereka berjalan dengan wajahnya?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah yang telah membuat mereka bisa berjalan dengan kedua kakinya, maka Dia juga bisa membuat manusia berjalan dengan wajahnya. Pada saat itu, alangkah sukarnya mereka berjalan karena harus berjalan dengan menjaga wajah mereka dari tanah-tanah yang terjal dan banyak tanaman berduri.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Hari kiamat juga disebutkan dalam banyak ayat di dalam Al-Quran.

"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia." (QS. An Naba’: 17-20)

Para ulama menafsirkan An-Naba' merupakan Surat yang membahas tentang hari kebangkitan dan hari pembalasan.

Penjelasan tentang kejadian di hari kiamat juga disebutkan dalam Surat An-Nazi'at ayat 6-9: "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut. Pandangannya tunduk."

Kehancuran pada hari kiamat dan dibangkitkannya orang-orang yang meninggal dunia disebutkan dalam Surat At-Takwir ayat 1-14.

“Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, ‘dan apabila lautan dipanaskan, dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh), apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh, dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila neraka Jahim dinyalakan, dan apabila surga didekatkan, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya." (QS. At-Takwir: 1-14)

Dalam hadis dijelaskan bahwa manusia akan melewati jembatan atau sirath pada hari kiamat, di mana kecepatan mereka melewati jembatan itu sesuai dengan amal kebaikannya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda: “Yang pertama kali lewat di antara kalian bagaikan kilat”
Aku (Abu Hurairah) bertanya, “Demi bapak dan ibuku sebagai tebusannya, apa maksud “berjalan seperti kilat”? Beliau Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, “Tahukah kamu bagaimana kilat pergi dan datang dalam sekejap?”
Kemudian (ada yang) berjalan seperti angin, seperti burung, dan ada juga yang berlari, perjalanan mereka sesuai dengan amalan mereka. Sedangkan Nabi kalian ini (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berdiri menunggu di atas sirath seraya berdoa, ‘Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah…’. Sampai ada yang amalannya (karena sedikit) tak sangup (membawa si hamba tadi) sehingga ada orang yang tidak bisa lewat melainkan merayap." (HR. Muslim)

7 Golongan yang Mendapat Naungan di Hari Kiamat

Pada hari kiamat, seluruh manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menanti penghakimannya atas segala perbuatan di dunia.

Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW. menjelaskan tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan di Padang Mahsyar, sebagaimana dijelaskan dalam laman MUI berikut.

1. Pemimpin yang Adil

Golongan pertama adalah pemimpin yang adil, yaitu mereka yang diberi amanah untuk memimpin, baik dalam skala besar seperti presiden, gubernur, hingga dalam lingkup kecil seperti kepala keluarga, lalu menjalankan amanah tersebut dengan penuh keadilan.

Pemimpin yang adil adalah yang tunduk pada aturan Allah, tidak menzalimi rakyatnya, serta mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Ia tidak memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kemaslahatan bersama.

2. Pemuda yang Tumbuh dalam Ketaatan kepada Allah

Golongan kedua adalah pemuda yang sejak masa mudanya sudah terbiasa hidup dalam ketaatan kepada Allah. Ia menjaga shalat, menjauhi maksiat, serta berusaha memperbaiki akhlaknya.

Hal ini menjadi istimewa karena masa muda adalah masa penuh godaan dan hawa nafsu.

Ketika seseorang mampu mengendalikan dirinya di masa ini, maka itu menunjukkan keimanan yang kuat.

3. Orang yang Hatinya Tertambat pada Masjid

Golongan ketiga adalah orang yang hatinya selalu terikat dengan masjid.

Ia merasa tenang ketika berada di masjid dan selalu rindu untuk kembali ke sana, terutama untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Orang seperti ini akan selalu menjaga waktu shalat, bahkan dalam kesibukannya tetap berusaha hadir ke masjid sebagai bentuk kecintaannya kepada ibadah.

4. Dua Orang yang Saling Mencintai karena Allah

Golongan keempat adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah.

Hubungan mereka bukan didasarkan pada kepentingan dunia, melainkan karena iman dan ketaatan.

Mereka berkumpul karena Allah, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan tetap menjaga persaudaraan hingga berpisah pun karena Allah.

5. Orang yang Menolak Zina karena Takut kepada Allah

Golongan kelima adalah seseorang yang diuji dengan godaan besar, yaitu ajakan zina dari lawan jenis yang memiliki kecantikan atau kedudukan, namun ia menolaknya dengan tegas karena takut kepada Allah.

Ini menunjukkan kekuatan iman yang luar biasa, karena ia mampu menahan diri dalam kondisi yang sangat memungkinkan untuk berbuat dosa.

6. Orang yang Bersedekah Secara Sembunyi-sembunyi

Golongan keenam adalah orang yang bersedekah dengan penuh keikhlasan hingga ia menyembunyikannya dari orang lain.

Ia tidak mencari pujian atau pengakuan manusia.

Sedekah yang dilakukan secara diam-diam menunjukkan kemurnian niat hanya untuk Allah, tanpa ada keinginan riya atau pamer.

7. Orang yang Berdzikir hingga Menangis karena Allah

Golongan terakhir adalah seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian hingga meneteskan air mata.

Tangisan tersebut lahir dari rasa takut, cinta, dan kesadaran akan kebesaran Allah.

Tangisan seperti ini menunjukkan hati yang lembut dan penuh keimanan, serta kesadaran akan kehidupan akhirat.

Tujuh golongan tersebut disebutkan dalam hadis berikut:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi SAW. bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, seseorang yang hatinya bergantung pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul dan berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang diajak oleh wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, lalu ia berkata: ‘Aku takut kepada Allah’, seseorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya, seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam kesendirian hingga kedua matanya meneteskan air mata.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved