Bacaan Doa
Doa Setelah Berihram agar Dijauhkan dari Hal-hal Haram saat Ibadah Haji/Umrah
Setiap Muslim dianjurkan membaca doa setelah berihram agar dijauhkan dari hal-hal haram saat melaksanakan ibadah haji atau umrah.
Artinya: "Ya Allah, semoga menjadi haji yang tidak terdapat di dalamnya kesombongan dan rasa ingin dipuji dan dihormati."
Tata Cara Berihram
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjelaskan tata cara berihram sesuai sunah Rasulullah SAW. sebagai berikut.
1. Membaca Niat
Sebelum berihram, jemaah haji/umrah harus meniatkan hatinya untuk beribadah haji/umrah, baik diucapkan secara lisan maupun dibaca di dalam hati.
نَوَيْتُ الْحَجَّ والعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul hajja wal-‘umrata wa ahramtu bihā lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat melaksanakan haji dan umroh, dan aku berihram karena Allah Ta’ala”
2. Mandi
Mandi ihram merupakan sunnah yang dianjurkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, sebagai langkah awal dalam menjalankan ibadah haji atau umrah.
Mandi sebelum ihram bertujuan untuk membersihkan diri dari hadas besar maupun kecil.
3. Memakai Pakaian Ihram
Pakaian ihram idealnya berwarna putih, yang melambangkan kesucian dan kesetaraan di hadapan Allah SWT.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pakaian ihram bagi jemaah laki-laki yaitu dua kain putih tanpa jahitan dan jemaah haji perempuan yaitu pakaian biasa yang menutup aurat dan wajib menampakkan wajahnya.
4. Melaksanakan Ihram Setelah Shalat
Sebelum memasuki keadaan ihram, disarankan untuk menunaikan shalat fardhu terlebih dahulu.
Pelaksanaan shalat fardhu sebelum ihram merupakan amalan sunnah yang dianjurkan.
“Lalu Rasulullah SAW shalat di masjid (Dzulhulifah) kemudian menunggangi Al Qaswa (unta kesayangannya). Ketika unta tersebut sampai di Al-Baida’ beliau berihram untuk haji”. (HR Muslim)
5. Melaksanakan Talbiyah
Melafalkan talbiyah merupakan kewajiban dalam tata cara ihram dan dilakukan saat jemaah memasuki miqat, yaitu batas tempat atau waktu yang telah ditentukan dalam ibadah haji dan umrah, di mana seseorang harus mulai berihram (berniat dan mengenakan pakaian ihram).
Miqat zamani (waktu) aitu waktu pelaksanaan haji, seperti pada bulan Syawal, Zulkaidah, dan awal Zulhijah, sedangkan Miqat Makani (tempat) yaitu batas lokasi tertentu yang tidak boleh dilewati tanpa berihram, seperti Bir Ali (Dzulhulaifah), Qarnul Manazil, Yalamlam, dan lainnya.
Bacaan talbiyah yang dibaca yaitu sebagai berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-SETELAH-BERIHRAM-3453434.jpg)