Bacaan Doa
Doa Naik Pesawat bagi Jemaah Haji dan Umrah agar Selalu Dilindungi Allah
Jemaah haji dan umrah sebaiknya membaca doa naik pesawat sebelum terbang ke Arab Saudi agar selalu dilindungi Allah dan mendapat ridha-Nya.
Ringkasan Berita:
- Ibadah haji dan umrah mengajarkan ketaatan total kepada Allah, sekaligus menjadi sarana penyucian diri dari dosa dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
- Selain itu, haji dan umrah menumbuhkan nilai persaudaraan, kesetaraan, serta sikap toleransi antar sesama muslim.
- Muslim sebaiknya mengawali perjalanan haji dan umrah dengan berdoa agar selalu dilindungi Allah SWT.
TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan untuk ibadah haji dan umrah merupakan perjalanan mulia menuju Baitullah, Kabah.
Sebelum berangkat, jemaah haji dan umrah sebaiknya membaca doa terlebih dahulu.
Kementerian Agama membagikan doa ketika hendak bepergian yang disebutkan dalam hadis.
Dari Anas bin Malik r.a., Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa ketika keluar rumah membaca: بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ, maka dikatakan kepadanya: ‘Engkau telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Orang yang melakukan perjalanan haji dan umrah dapat dikategorikan sebagai musafir atau orang yang melakukan perjalanan jauh dengan tujuan baik.
Doa para musafir merupakan salah satu doa yang mustajab.
Rasulullah SAW. bersabda: “Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi: doa orang yang terzalimi, doa musafir, dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR. Tirmidzi)
Selain membaca doa keluar rumah, jemaah haji dan umrah sebaiknya membaca doa ketika naik pesawat.
Mengutip buku Doa dan Zikir Haji dan Umrah 1447 H/2026 M oleh Kementerian Haji dan Umrah RI, berikut doa ketika naik pesawat untuk ibadah haji dan umrah.
Baca juga: Doa Haji Mabrur dan Kunci Ibadah Haji Agar Diterima Allah
Doa Naik Pesawat Bagi Jemaah Haji dan Umrah
اَللَّهُمَّ بِكَ أَسْتَعِيْنُ، وَعَلَيْكَ أَتَوَكَّلُ، اَللَّهُمَّ ذَلِّلْ لِي صُعُوْبَةَ أَمْرِيْ، وَسَهِّلْ عَلَيَّ مَشَقَّةَ سَفَرِيْ، وَارْزُقْنِيْ مِنَ الخَيْرِ أَكْثَرَ مِمَّا أَطْلُبُ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ، رَبِّ اشْرَحْ لِيِ صَدْرِيْ، وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ
Allāhumma bika asta‘īnu, wa ‘alaika atawakkalu. Allāhumma dzallil lī ṣu‘ūbata amrī, wa sahhil ‘alayya masyaqqata safarī, warzuqnī minal khairi mim mā aṭlubu, waṣrif ‘annī kulla ṣyarr, rabbiṣ-raḥlī ṣadrī wa yassir lī amrī.
Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku memohon pertolongan dan kepada-Mu aku berpasrah. Ya Allah, ringankan kesulitan pada urusanku, mudahkanlah kendala perjalananku, karuniakanlah kebaikan bagiku melebihi apa yang kuminta, palingkanlah segala keburukan dariku. Tuhanku, lapangkanlah hatiku dan mudahkanlah urusanku.”
Doa Ketika Duduk di Dalam Kendaraan
بِسْمِ اللَّهِ الْمَلِكُ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ لَا أُكَبِّرُكَ حَقَّ تَكْبِيرِكَ فَقَدْ أَحَطْتَ بِالْأَرْضِ وَلَا بُحُوثِ السَّمَاءِ تَسْجِيدَكَ، وَالْأَرْضُ فِي كَفِّكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَالسَّمَاءُ أُطْوِيَتْ بِقُدْرَتِكَ سُبْحَانَكَ وَتَعَالَيْتَ عَمَّا يُشْرِكُونَ بِسْمِ اللَّهِ تَحَرَّكْتُ وَبِاسْمِ اللَّهِ أَعْلَوْتُ، وَبِاسْمِ اللَّهِ وَلَجْتُ، إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Bismillāhil‑maliku r-raḥmānir‑raḥīm lā ukhabbiruka ḥaqqa takbīrika faqad aḥṭta bil‑arḍi walā buḥūṭis‑samā’i tasjīduka, wal‑arḍu fī kaffika yawmal‑qiyāmah, wassamā’u uṭwiyat bi qudratika subḥānaka wataʿālayta ʿammā yush'rikūn bismillāhi taḥarraktu wabismillāhi aʿlawtu, wabismillāhi walajtu inna rabbī laghafūrun raḥīm
Artinya: "Dengan Nama Allah Yang Maha Penguasa lagi Maha Pengasih. Tiada mengagungkan Allah sebagaimana semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan kekuasaan-Nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. Dengan Nama Allah di waktu berangkat dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (HR. At-Tabrani)
Doa Ketika Kendaraan Mulai Berjalan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَىٰ وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَىٰ
اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ
اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
Bismillāhir‑raḥmānir‑raḥīm
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar
Subḥānalladhī sakhkhara lanā hādhā wa mā kunnā lahu muqrinīna, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn
Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hādhā al‑birra wat‑taqwā, wa mina l‑‘amali mā tardā
Allāhumma hawwin ‘alaynā safaranā hādhā wa athwi ‘annā bu‘dah
Allāhumma anta aṣ‑ṣāḥibu fis‑safari wal‑khalīfatu fil‑ahl
Allāhumma innī a‘ūdhu bika min wa‘tsā’is‑safari wa kā’batil‑manẓar wa sū’il‑munqalabi fil‑māli wal‑ahl
Artinya: "Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah Yang telah menggerakkan untuk kami kendaraan ini padahal kami tiada kuasa menggerakkannya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan, kami pasti akan kembali. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan takwa serta amal perbuatan yang Engkau ridai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan ini dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan pelindung terhadap keluarga yang ditinggalkan. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan, dan kepulangan yang menyusahkan dalam harta benda, keluarga, dan anak." (HR. Muslim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-NAIK-PESAWAT-343r42q.jpg)